Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik Kinzhal Menggunakan Pesawat Pembom Su-34 ke Ukraina

Rusia tembakkan rudal hipersonik kinzhal menggunakan pesawat pembom ke Ukraina.
Kilatan ledakan rudal menerangi kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kyiv, Ukraina 30 Agustus 2023. REUTERS/Vladyslav Sodel
Kilatan ledakan rudal menerangi kota selama serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kyiv, Ukraina 30 Agustus 2023. REUTERS/Vladyslav Sodel

Bisnis.com, JAKARTA - Pasukan Rusia menembakkan rudal hipersonik Kinzhal kebanggaan Moskow ke Ukraina menggunakan pesawat pengebom tempur Su-34 untuk pertama kalinya, menurut media pemerintah Rusia TASS.

“Pesawat Su-34 menggunakan rudal hipersonik Kinzhal selama serangan udara tersebut,” kantor berita Tass yang didukung Kremlin melaporkan pada hari Senin (4/9/2023).

Kinzhal milik Rusia juga dikenal sebagai rudal hipersonik "Dagger" atau "Killjoy" dengan cepat menjadi fitur rutin serangan rudal Rusia terhadap Ukraina tak lama setelah Kremlin melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Menurut laporan media pemerintah Rusia, rudal tersebut pertama kali digunakan dalam pertempuran pada pertengahan Maret 2022. 

Angkatan udara Ukraina telah beberapa kali mengatakan bahwa Moskow telah melancarkan serangan Kinzhal di wilayah Ukraina meskipun serangan tersebut lebih jarang dilaporkan dibandingkan jenis rudal Rusia lainnya.

Rudal yang diluncurkan dari udara biasanya ditembakkan dari MiG-31K era Soviet milik Rusia, bukan dari pesawat pembom tempur supersonik bermesin ganda Su-34. 

Laporan media pemerintah Rusia menyatakan bahwa pembom strategis Tu-22M3 milik Moskow dan pembom tempur Su-34, mungkin dimodifikasi untuk membawa Kinzhal. Namun, ini adalah indikasi pertama bahwa satu set pesawat baru telah berhasil meluncurkan “Dagger”.

Membuat Su-34 berkemampuan Kinzhal adalah “langkah logis” bagi militer Rusia, menurut Sidharth Kaushal, peneliti di lembaga pemikir Royal United Services Institute yang berbasis di London.

Hal ini juga akan membebaskan banyak pesawat MiG-31 Rusia untuk bertindak sebagai pencegat di garis depan.

Moskow memuji Kinzhal sebagai salah satu senjata generasi baru yang “tak terhentikan”, yang mampu melaju dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara.

Namun, para ahli Barat berpendapat bahwa pelabelan Kinzhal oleh Moskow sebagai hipersonik adalah menyesatkan dan “Dagger” mungkin tidak kebal terhadap pertahanan udara seperti yang diklaim Rusia.

“Semua indikasi menunjukkan bahwa Kinzhal hanyalah sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari udara” dengan kapasitas koreksi arah yang terbatas dan bukan merupakan senjata hipersonik, kata pakar militer David Hambling.

Menurutnya, mungkin juga Rusia sangat membutuhkan kabar baik untuk meyakinkan masyarakat bahwa teknologinya masih maju. (Nizar Fachri Rabbani)


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Redaksi
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper