Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Belajar dari Teladan Bung Hatta, Pesan Wapres Ma'ruf Bagi Calon Pemimpin Bangsa

Wapres Ma’ruf menilai sosok Bung Hatta sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Ini 4 pesan Wapres bagi pemimpin selanjutnya
Belajar dari Teladan Bung Hatta, Pesan Wapres Maruf Bagi Calon Pemimpin Bangsa / BPMI Setwapres
Belajar dari Teladan Bung Hatta, Pesan Wapres Maruf Bagi Calon Pemimpin Bangsa / BPMI Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin menilai sosok pemimpin seperti Mohammad Hatta sangat dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Hal itu dia sampaikan saat memberikan kuliah umum kepada Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV dan Program Pendidikan Singkat (PPSA) XXIV Tahun 2023, di Auditorium Gajah Mada, Gedung Dwi Warna Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2023).

Ma’ruf menilai bahwa Bung Hatta memiliki teladan yang baik sebagai pemimpin, yaitu terus memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Mari kita contoh Bung Hatta yang mengajarkan bangsa Indonesia untuk memiliki prinsipnya sendiri, meski saat itu bangsa kita baru lahir,” ujarnya dalam forum tersebut, dilansir dari keterangan resmi.

Dari teladan Bung Hatta, Wapres Ma'ruf menyampaikan empat pesan yaitu pertama, pemimpin harus memahami bahwa situasi global yang terus berubah akan mempengaruhi situasi di dalam negeri.

Menurutnya, teknologi digital memicu disrupsi di banyak lini kehidupan, sekaligus menawarkan peluang untuk bertumbuh. Dia menilai, situasi ini menuntut para pemimpin untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, cepat dan cermat, dalam menyikapi isu-isu global yang kian kompleks dan sulit diprediksi.

Kemampuan ini, ujar Ma’ruf, sangat diperlukan untuk merumuskan kebijakan yang mendatangkan maslahat, maupun solusi bagi aneka permasalahan nasional, regional, dan internasional.

Dia mencontohkan, di tingkat kawasan, Indonesia terus mencermati pengaruh rivalitas kekuatan dunia di Asia Pasifik. Melalui Keketuaan di Asean pada 2023, Indonesia konsisten menyuarakan perdamaian, diplomasi preventif untuk mencegah konflik terbuka, serta upaya-upaya memperkuat kerja sama dan dialog, serta melalui adapsi teknologi.

Kedua, Wapres meminta agar pemimpin ke depan kelak dapat menjadi sosok inklusif, memiliki wawasan kebangsaan, serta kemampuan untuk menjaga harmoni dalam kemajemukan.

“Jadikan keberagaman sebagai kekuatan melalui penerapan moderasi. Sehingga, moderasi harus senantiasa dijunjung oleh para pemimpin. Narasi-narasi damai mesti selalu diutamakan, termasuk di media sosial," pesannya.

Di sisi lain, Wapres asal Tangerang itu juga mengingatkan bahwa melalui platform digital, pemimpin dapat menjangkau publik yang luas dan pemangku kepentingan yang beragam.

Menurutnya, pemimpin harus menjadi teladan dalam membangun kepercayaan sosial, merekatkan simpul-simpul ukhuwah, dan memberantas ancaman perpecahan, termasuk akibat sebaran hoaks.

Ketiga, dia juga mengimbau agar para pemimpin hendaknya mampu mengoptimalkan talenta dan kemampuan orang-orang yang dipimpinnya. Penyebabnya, setiap individu dianugerahi kekuatan, pikiran dan bakat yang unik.

Keempat, Ma’ruf menegaskan agar seluruh pemimpin untuk terus memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila yang telah disepakati sebagai ideologi bangsa. Serta, menerapkannya ke jajaran yang dipimpinnya.

Tak hanya itu, Wapres juga memberikan perintah kepada jajaran TNI dan Polri untuk terus sigap dalam menjaga keamanan dan perdamaian dari berbagai ancaman dan kerawanan yang dapat memecah belah masyarakat menjelang agenda pemilihan umum (pemilu) 2024.

Pasalnya, pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang diadakan secara serentak juga rawan ancaman, salah satunya berita bohong (hoaks) di media sosial.

Apalagi, Wapres menilai Pemilu atau Pilkada serentak dimaksudkan sebagai bagian dari penataan total atas kepemimpinan politik dan sistem perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

“Saya harap para pemimpin di pusat dan daerah, maupun TNI dan Polri terus sigap dalam menjaga sinergi, keamanan, dan perdamaian, termasuk mewaspadai ancaman di media sosial yang berpotensi memecah-belah masyarakat,” pungkas Ma’ruf.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper