Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Paket Bantuan Militer Terbaru AS untuk Ukraina US$2,6 Miliar: Roket Antitank hingga Amunisi

AS akan memberi paket bantuan militer terbaru untuk Ukraina dalam menghadapi perang dengan Rusia senilai US$2,6 miliar.
Tentara Polandia berada di atas tank Leopard 2A4 usai latihan menembak di Zagan, Polandia, 30 Januari 2017./Reuters-Kacper Pempel
Tentara Polandia berada di atas tank Leopard 2A4 usai latihan menembak di Zagan, Polandia, 30 Januari 2017./Reuters-Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) akan memberi paket bantuan militer terbaru untuk Ukraina dalam menghadapi perang dengan Rusia senilai US$2,6 miliar mencakup radar pengawasan udara, roket antitank, dan truk bahan bakar untuk perang Ukraina melawan Rusia.

Melansir Reuters, Sabtu (1/4/2023), paket bantuan itu akan diumumkan pada Senin (3/4/2023).

Setengah lusin jenis amunisi, termasuk amunisi tank, juga diharapkan masuk dalam daftar peralatan yang dapat diselesaikan akhir pekan ini, kata pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama, menambahkan bahwa jumlah bantuan dan peralatan khusus di paket bisa berubah.

Paket bantuan itu juga termasuk amunisi udara presisi, peralatan penghubung yang akan digunakan Ukraina untuk menyerang posisi Rusia, kendaraan pemulihan untuk membantu melumpuhkan peralatan berat seperti tank dan tambahan untuk pertahanan udara NASAMS yang telah diberikan AS dan sekutunya kepada Kyiv.

Bantuan tersebut terdiri dari bantuan senjata senilai US$2,1 miliar yang berasal dari dana Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (USAI) yang memungkinkan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk membeli senjata dari industri, bukan dari stok senjata AS.

Sisanya senilai US$500 juta, sebagian besar terdiri dari amunisi untuk membantu Kyiv mendorong serangan musim semi melawan invasi Rusia, diharapkan berasal dari dana Otoritas Penarikan Presiden, yang memungkinkan presiden untuk mengambil dari saham AS saat ini dalam keadaan darurat.

AS kini telah menjanjikan bantuan keamanan senilai lebih dari US$30 miliar untuk Ukraina sejak invasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nancy Junita
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper