Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Hari yang Dilarang untuk Mengganti Puasa Ramadhan

Simak berikut ini merupakan hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan ini perlu kamu ketahui sebelum mengganti.
Hal yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadan/Freepik
Hal yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadan/Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Puasa Ramadhan dilakukan selama 29 atau 30 hari bulan Ramadhan dan hukumnya wajib bagi umat muslim yang sudah mukallaf. Seorang muslim yang karena berbagai hal mendapatkan halangan (uzur) sehingga tidak bisa mengerjakan puasa di hari-hari Ramadhan dikenai kewajiban untuk mengganti puasa tersebut pada hari lain diluar bulan suci Ramadhan. Sebelum itu, kamu perlu mengetahui hari yang dilarang untuk mengganti Puasa Ramadhan. 

Membayar utang puasa Ramadhan dengan batas bulan Syaban sebelum Ramadhan berikutnya. Dapat merajuk pada Riwayat jalur Aisyah “Saya tidak pernah mengqadha ramadhan kecuali pada bulan Sya’ban sampai Nabi SAW wafat” (H.R at-Tirmidzi). 

Berikut ini adalah beberapa hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan yang sudah dilansir dari berbagai sumber: 

1. Hari yang dilarang untuk mengganti puasa Ramadhan

  • Dua hari raya 
    Puasa pada tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri dilarang oleh Rasulullah SAW. Keterangan ini didasarkan dari beberapa hadits yang menyebutkan bahwa hari raya idul fitri adalah hari orang-orang makan setelah 1 bulan menjalankan puasa Ramadhan. 

Sebagaimana diterangkan dalam hadits Riwayat muslim, Rasulullah SAW melarang umatnya berpuasa di dua hari raya, idul fitri dan idul adha. Dari Abu Sa’id Al Khudri RA berkata: 

an rsol allh -sl allh aalyh oslm- nh aan syam yomyn yom alftr oyom alnhr.

artinya: Rasulullah SAW melarang berpuasa di dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha (HR Muslim)

  • Hari bernazar
    Hari bernazar adalah hari yang bertepatan dengan hari ditentukannya seseorang melaksanakan puasa nazar. Keterangan ini didasarkan dari pendapat Mazhab Maliki dan Syafi’i. namun, pendapat berbeda dari Mazhab Hanafi yang berpendapat, puasa qadha seseorang tetap sah jika dikerjakan di hari yang sudah ditentukan untuk bernazar.
  • Hari-hari di bulan Ramadhan
    Mengganti puasa dianggap tidak sah jika dilakukan di hari-hari bulan Ramadhan. Pendapat ini disetujui oleh tiga imam besar Mazhab karena waktu tersebut diwajibkan untuk berpuasa Ramadhan untuk tahun itu saja. 
  • Hari tasyrik 
    Hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum dan mengingat Allah SWT. Dilansir dari buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunnah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari. Hari tasyrik tersebut jatuh setiap tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau tepatnya 3 hari setelah Idul Adha. 

Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berpuasa pada hari-hari tasyrik termasuk mengganti puasa Ramadhan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Nabisyah Al Hadzali, Rasulullah bersabda 

ayam altshryk ayam akl oshrb othkr llh

Artinya: “Hari-hari tasyrik adalah hari-hari untuk makan, minum dan berdzikir kepada Allah” (HR Muslim)


2. Waktu dan lafadz niat puasa qadha

Waktu berniat puasa qadha ini adalah sama dengan waktu puasa Ramadhan, yaitu pada waktu malam dan berakhir Ketika masuk subuh. Jika berniat selepas subuh, maka tidak sah puasa qadha itu. 

Adapun mengenai niat puasa qadha tidak semestinya menuntut kepada satu lafadz yang khusus, karena letak niat berada dari hati. Namun, jika kamu ingin lebih memantapkan niat, berikut lafadz puasa qadha

noyt som ghd aan kdaaa frd rmdan llh taaal

Artinya: “Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala

3. Hukum puasa qadha

Hukum mengganti (qadha) puasa Ramadhan yang ditinggalkan adalah wajib berdasarkan firman Allah SWT yang artinya “Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah: 184)

4. Waktu yang boleh untuk mengganti puasa

Waktu mengganti puasa Ramadhan boleh dilakukan di hari-hari lain setelah bulan Ramadhan, yakni pada bulan Syawal hingga bulan Sya’ban atau sebelum Ramadhan berikutnya. Beberapa mazhab menyebutkan harus mengganti puasa sebelum pertengahan bulan Sya’ban. 

5. Mengganti puasa Ramadhan di hari senin dan kamis

Jika ibadah yang digabung tersebut adalah fardhu dan satunya sunnah, maka yang sah adalah niat ibadah fardhu, sedangkan niat ibadah sunnah tidak sah. Ini merupakan pendapat Abu Yusuf. 

Misalnya puasa qadha Ramadhan yang notabenenya wajib dan puasa ayyamul bidh atau senin dan kamis yang hukumnya sunnah.

Itulah penjelasan mengenai hari yang dilarang untuk mengganti puasa ramadhan dan lainnya yang perlu kamu ketahui. 

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hana Fathina
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper