Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gibran dan Kaesang Dikabarkan Ditangkap, KPK: Hoaks!

KPK memastikan kabar mengenai penangkapan dan penahanan kepada Kaesang dan Girang adalah tidak benar alias hoaks.
Dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep. JIBI/Bisnis-Nancy Junita @kasesangp
Dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, dan Kaesang Pangarep. JIBI/Bisnis-Nancy Junita @kasesangp

Bisnis.com, JAKARTA -- KPK dikabarkan telah menangkap dan menahan Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan adiknya Kaesang Pangarep. Kabar itu diunggah melalui video platform YouTube.

Unggahan tersebut diunggah sejumlah akun YouTube lengkap beberapa judul seperti ‘Jokowi sekeluarga menangis, Gibran & kaesang berakhir jeruji kpk’, ‘GIBRAN & KAESANG SAMPAIKAN MAAF PADA INDONESIA’, ‘Viral sore ini~Kpk Resmi Tetapkan 2 anak Jokowi dengan bukti 230M’ dan ‘Tepat Pagi ini Ucapan Luhut Membawa petaka pada Keluarga Jokowi’.

Namun, benarkah Gibran dan Kaesang dipenjara oleh KPK karena terlibat kasus korupsi?

Dilansir dari Antara, KPK menegaskan kabar tentang penangkapan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam kasus korupsi penyertaan modal daerah adalah hoaks.

"Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan bahwa informasi yang beredar di masyarakat terkait penangkapan pelaku korupsi pada penyertaan modal, yang menyebut keterlibatan salah satu kepala daerah, adalah tidak benar atau hoaks," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

Ali menjelaskan informasi hoaks tersebut beredar melalui media sosial YouTube dengan mengutip sebagian pernyataan pimpinan dan juru bicara KPK yang menggunakan beberapa latar visual terkait kegiatan KPK.

Potongan video tersebut kemudian dirangkai dengan informasi lain sehingga membentuk narasi bohong.

Konten tersebut juga disebarluaskan melalui aplikasi pesan instan dan diberitakan oleh beberapa portal berita daring.

Dengan demikian, kabar yang menyatakan Gibran dan Kaesang dipenjara oleh KPK karena terlibat kasus korupsi merupakan kabar bohong atau hoaks.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper