Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina, 13.000 Tentara Ukraina Gugur di Medan Perang

Ukraina telah kehilangan sedikitnya 13.000 tentara selama perang Rusia vs Ukraina.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  13:10 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina, 13.000 Tentara Ukraina Gugur di Medan Perang
Sejumlah warga Ukraina bersiap meninggalkan ibu kota, namun perjalanan kereta api ternyata ditunda atau dibatalkan di stasiun kereta api Kyiv-Pasazhyrskyi di Kyiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi demiliterisasi Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan sanksi berat, lebih lanjut terhadap Moskwa serta membuat lantai bursa di sejumlah negara jatuh. - Bloomberg/Erin Trieb
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina masih terus berlanjut, memasuki hari ke- 282, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron masih terus menunggu niat baik Putin untuk  segera menghentikan invasi terhadap Ukraina.

Dilansir dari The Guardian pada Jumat (2/12/2022) Biden mengaku saat ini  dirinya tidak ingin mengambil langkah inisiatif untuk menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin terlebih dahulu. 

Biden tidak ingin membujuk Putin agar Rusia dapat segera mengakhiri perang. Namun, Biden menyebut bahwa dirinya akan selalu siap jika Putin ingin mendiskusikan hal tersebut.

"Saya tidak punya rencana untuk segera menghubungi Putin. Saya siap untuk berbicara dengan Putin jika memang ada kepentingan bahwa dia memutuskan sedang mencari cara untuk mengakhiri perang. Tetapi dia belum melakukannya” ungkap Biden. 

Macron mengatakan bahwa Prancis akan memimpin upaya diplomatik untuk menghindari invasi Rusia pada Februari mendatang.

“Kami dengan jelas mengutuk perang ini.Kami mendukung tentara dan penduduk Ukraina," ujar presiden Prancis itu.

Macron mengatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil itu membawa lebih banyak kekerasan yang kemudian mengakibatkan timbulnya keputusasaan bagi rakyat Ukraina. Dia dan sekutu berkomitmen pada piagam PBB, kemudian dia mengungkapkan akan membantu membangun kembali Ukraina setelah perang berakhir.

Tak hanya Macron, Biden juga turut menyampaikan dukungannya dalam menghadapi agresi Rusia, yang menurutnya invasi Rusia itu merupakan suatu tindakan yang sangat brutal.

“Kami menegaskan kembali bahwa kami akan berdiri bersama melawan kebrutalan ini. Kami akan melanjutkan dukungan kuat ini untuk rakyat Ukraina. Bersama mempertahankan rumah mereka, keluarga mereka, rumah sakit, pembibitan mereka, kedaulatan mereka, integritas mereka, melawan agresi Rusia," sebut Biden.

Biden kemudian menambahkan bahwa Prancis telah menerima lebih dari 100 ribu pengungsi, dan Biden sangat berterima kasih kepada Prancis akan hal baik itu.

“Menyerang infrastruktur sipil, menghentikan energi ke Eropa untuk menaikkan harga, memperburuk krisis pangan. Itu merugikan orang-orang yang sangat rentan tidak hanya di Ukraina tetapi di seluruh dunia. Tapi dia tidak akan berhasil," kata Biden

Tak hanya itu, presiden AS akan meminta pertanggungjawaban Rusia atas tindakan agresif yang dilakukan terhadap Ukraina, guna mengurangi dampak global yang ditimbulkan akibat perang Rusia.

Rangkaian peristiwa perang hari ke-282:

– Kherson kembali digempur Rusia

Roket Rusia baru saja dilaporkan menggempur lingkungan di Kherson. Peristiwa ini mematikan jaringan listrik di kota tersebut. Padahal, listrik di Kherson baru mulai pulih dari hampir tiga minggu setelah pasukan Rusia pergi.

Pemerintah setempat mengatakan bahwa sekitar dua pertiga dari Kherson memiliki listrik pada Kamis (1/12/2022). 

Beberapa warga dilaporkan berkumpul di stasiun kereta api atau di tenda-tenda bantuan pemerintah yang menyediakan pemanas, makanan, minuman, dan listrik untuk mengisi daya ponsel.

– Warga Kyiv diminta persiapkan kebutuhan diri jelang pemadaman listrik total

Walikota Kyiv Vitaliy Klitschko menginstruksikan warganya untuk menimbun air, makanan, dan pakaian hangat jika terjadi pemadaman listrik total yang disebabkan oleh serangan Rusia.

– 9 warga Ukraina tewas dalam kebakaran

Layanan darurat negara Ukraina mengatakan bahwa pada Rabu (30/11/2022) terdapat sembilan orang telah meninggal dunia akibat kebakaran yang disebabkan oleh orang-orang yang melanggar aturan keselamatan yang mencoba memanaskan rumah mereka setelah serangan Rusia terhadap fasilitas listrik.

– Ukraina sebut telah kehilangan belasan ribu pasukan militernya

"Angkatan bersenjata Ukraina sejauh ini telah kehilangan antara 10.000 dan 13.000 tentara dalam perang melawan Rusia," kata penasihat presiden Mykhailo Podolyak.

 “Kami memiliki angka resmi dari komando tertinggi, dan jumlahnya antara 10 ribu atau 12 ribu hingga 13 ribu tentara yang tewas,” sambungnya.

– 1.300 tahanan berhasil dipulangkan ke Ukraina

"Lebih dari 1.300 tahanan telah dikembalikan ke Ukraina sejak pasukan Rusia menyerbu," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Kamis (1/12/2022).

Zelensky  menyampaikan hal ini  setelah melakukan pertukaran baru terhadap 50 tahanan dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia. “Setelah pertukaran hari ini, sudah ada 1.319 pahlawan yang kembali ke rumah,” kata Zelensky di Instagramnya.

Zelensky mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan beberapa pria yang sedang memegang bendera Ukraina.

– Anggota UE baru saja setujui harga barel untuk minyak lintas 

"Anggota UE untuk sementara telah menyetujui batas harga $60 per barel untuk minyak lintas laut Rusia," kata para diplomat.

Eropa akan mulai memberlakukan embargo pengiriman minyak mentah Rusia mulai Senin (5/12/2022), sehingga batas harga akan berlaku untuk minyak yang diekspor melalui laut oleh Moskow ke pelabuhan di seluruh dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Perang Rusia Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top