Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bambang Tri Mulyono, Penggugat Jokowi, Ditetapkan Tersangka Ujaran Kebencian

Penggugat Jokowi, Bambang Tri Mulyono ditetapkan tersangka kasus ujaran kebencian oleh Bareskrim Polri.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 13 Oktober 2022  |  21:13 WIB
Bambang Tri Mulyono, Penggugat Jokowi, Ditetapkan Tersangka Ujaran Kebencian
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah (kanan) didampingi Kasubbag Berita Bagpenum Ro Penmas Divhumas Polri AKBP Gatot Hendro Hartono (kiri) menyampaikan keterangan pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/9/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penggugat Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bambang Tri Mulyono ditetapkan tersangka kasus ujaran kebencian oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kamis (13/10/2022).

Kabag Penum Kombes Pol Nurul Azizah mengatakan Bambang ditetapkan tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan atau penistaan agama tentang video yang berada di akun chanel Gus Nur 13 Official.

“Kami ingin menyampaikan terkait perkembangan penanganan perkara narasumber, pengacara, pengelola, pemilik, pengguna dan atau yang menguasai akun youtube Gus Nur 13 official. Menetapkan pertama adalah SNR dan kedua adalah BTM sebagai tersangka,” tutur Nurul di Bareskrim Polri, Kamis (13/10/2022).

Diketahui, Bambang ditetapkan tersanga berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/0568/IX/2022 Bareskrim Polri pada 29 September 2022.

Nurul juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kepada 23 orang saksi dan tujuh orang saksi ahli serta mengamankan beberap barang bukti.

“Adapun barang bukti adalah satu buah flashdisk, selanjutnya screen capture, dan dua lembar screenshot postingan video,” papar Nurul.

Untuk pasal, keduanya disangkakan pasal 156 A huruf A KHUP tentang penistaan agama. Pasal 45 A ayat 2 Jo pasal 28 ayat 2 UU nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik tentang ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan

Kemudian, pasal 14 ayat 1 ayat 2 UU RI nomor  1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana tentang penyebaran pemberitaan bohong sehingga menimbulkan keoanran di masyarakat.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh Dittipidsiber Bareskrim terhadap Bambang Tri Mulyono.

“Benar (ada penangkapan),” ujar Dedi saat dihubungi wartawan, Kamis (13/10/2022).

Seperti diketahui, Bambang Tri Mulyono menggugat Jokowi atas tuduhan penggunaan ijazah palsu saat mendaftar sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.

Gugatan itu didaftar ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 3 Oktober 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Ujaran Kebencian Ijazah Palsu
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top