Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komnas HAM: Ferdy Sambo Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J

Komnas HAM menegaskan, bahwa aktor utama dalam pembunuhan kepada Brigadir Yosua atau Brigadir J adalah Irjen Pol Ferdy Sambo.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 12 Agustus 2022  |  19:24 WIB
Komnas HAM: Ferdy Sambo Aktor Utama Pembunuhan Brigadir J
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan, bahwa aktor utama dalam pembunuhan kepada Brigadir Yosua atau Brigadir J adalah Irjen Pol Ferdy Sambo.

Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan kesimpulan itu diperoleh pihaknya setelah melakukan pemeriksaan hari ini kepada Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Ada satu hal yang tadi kami dapatkan. Pertama, adalah pengakuan saudara FS bahwa dia adalah aktor utama dari peristiwa ini,” tutur Taufan di Mako Brimob, Jumat (12/8/2022).

Dia juga mengatakan, bahwa FS mengakui sejak awal dia lah yang melakukan rekayasa, mengubah, atau mendisinformasi konstruksi kejadian penembakan di rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan.

“Diakuinya itu adalah hasil rancangan dia (FS) sendiri dan mengaku bersalah dalam tindakannya yang merekayasa itu,” pungkas Taufan.

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Dia diduga menjadi otak pembunuhan berencana itu, dan merekayasa kronologi kejadian. Selain Ferdy Sambo, Polri juga telah menetapkan tiga tersangka lain yakni: Bharada RE, Bripka R, dan KM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ferdy Sambo Pembunuhan Brigadir J komnas ham
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top