Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demokrat Sindir PDIP, Era Jokowi KPK Lebih Kuat atau Tidak?

Demokrat menyindir PDIP dengan membandingkan prestasi mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, SBY, dan Jokowi menyangkut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  12:06 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). - ANTARA/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/10). - ANTARA/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Demokrat dan PDI Perjuangan saling sindir terkait prestasi atau capaian pemerintahan di Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan setiap presiden memiliki tantangan dan prioritas berbeda di setiap era pemerintahannya. Begitu pula prestasi atau capaian setiap presiden.

"Tentulah tiap era punya prestasinya masing-masing," kata Herzaky dalam keterangannya, Senin (25/10/2021).

Hal ini disampaikan Herzaky menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang belakangan membandingkan prestasi mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.

Herzaky lantas membandingkan prestasi mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, SBY, dan Jokowi menyangkut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Misal, di era Ibu Mega, sukses membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi. Era Bapak SBY, memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi. Ya, kalau era Bapak Joko Widodo, apakah KPK semakin kuat atau tidak, silakan rakyat yang menilai," kata Herzaky.

Herzaky melanjutkan, saat menjadi presiden, SBY sibuk memberantas kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Dia menyebut jumlah orang miskin dan pengangguran di era SBY turun drastis, berlipat dibandingkan masa Presiden Jokowi. "Bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda," ujarnya.

Jokowi, kata Herzaky, memilih memperkuat infrastruktur, misalnya dengan membangun beberapa bandara dan tol seperti di era SBY. Dia memamerkan bandara megah dan ramai seperti Kualanamu, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Pagar Alam, dan Lampung, serta tol laut Mandara di Bali yang dibangun di masa pemerintahan Yudhoyono.

"Yang kita ingat, ada tol yang dibangun di era Bapak Joko Widodo dengan biaya sepuluh triliun dan hampir utang semua, lalu dijual dengan nilai dua triliun saja," ujar Herzaky.

Herzaky pun menyarankan semua pihak untuk fokus membantu masyarakat, bukan sibuk mengklaim prestasi. Dia menyebut Demokrat pun intens membantu rakyat, misalnya dengan program bulan bakti dalam rangka menyambut dua dekade partai pada bulan lalu.

"Ini yang lebih dibutuhkan rakyat, daripada klaim-klaim prestasi," ucapnya.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membanggakan prestasi Presiden Jokowi yang dipuji dunia internasional dalam menangani pandemi Covid-19. Menurut Hasto, hal tersebut karena kepemimpinan Jokowi yang tegas memberikan arahan kepada jajarannya.

"Berbeda dengan pemerintahan sepuluh tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan," ucap Hasto pada Kamis (21/10/2021).

Satu dekade lalu atau pada 2011, Indonesia dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY menjabat presiden dari 2004 hingga 2014.

Belakangan, Hasto membanggakan capaian Jokowi di bidang infrastruktur. Dia mengaku kaget menjumpai orang-orang dari Surabaya yang berkunjung ke Solo untuk bersantap pagi.

"Mereka mengatakan orang Surabaya banyak yang sarapan di Solo karena infrastruktur, konektivitas yang terbangun dengan sangat baik dalam pemerintahan Presiden Jokowi. Ini tidak terjadi zaman Presiden SBY," kata Hasto pada Sabtu (23/10/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi KPK pdip partai demokrat

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top