Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sosok Haji Isam: Mantan Timses Jokowi, Pemilik Jhonlin Group dan Kasus Pajak

Haji Isam pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pilpres 2019 silam. Dia saat ini juga sedang disorot karena namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  06:09 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pabrik Biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10 - 2021) / BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan Pabrik Biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10 - 2021) / BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan peresmian pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya yang merupakan anak usaha dari Jhonlin Grup di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan milik pengusaha Samsudin Andi Arsyad atau sering disapa Haji Isam.

Kedekatan antara Jokowi dan Haji Isam sebenarnya bisa dilacak dari beberapa momen sebelumnya. Haji Isam adalah salah satu sosok penting dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Selain itu Jokowi juga pernah meresmikan pabrik gula raksasa milik pengusaha kaya asal Kalimantan Selatan tersebut.

Jokowi mengungkapkan alasan dirinya hadir ke pabrik yang dibangun dengan investasi Rp2 triliun tersebut. Dia yakin potensi dari pabrik biodiesel ini akan membuka lapangan pekerjaan yang banyak, khususnya setelah mulai beroperasi pada Oktober 2021.

"Kenapa saya mau datang ke sini, alasan besarnya adalah perusahaan PT Jhonlin mampu membuka lapangan pekerjaan yang banyak," kata Jokowi dalam sambutannya seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (22/10/2021).

Sekadar informasi, dalam peresmian pabrik Biodiesel hari ini, Haji Isam duduk di barisan tamu kehormatan, di samping Presiden Jokowi. Bahkan, namanya turut disebutkan saat Jokowi menyampaikan sambutan.

"Yang saya hormati jajaran direksi serta jajaran komisaris PT Jhonlin Group, Bapak Haji Andi Syamsuddin Arsyad," kata Jokowi.

Tidak hanya itu, dirinya juga terlihat menyopiri Presiden Jokowi saat meninjau pabrik Biodiesel tersebut. Lantas siapa sebenarnya sosok Haji Isam?

Timses Jokowi

Haji Isam adalah tokoh yang tak asing dalam dunia politik maupun bisnis di Indonesia, khususnya Kalimantan Selatan. Dia dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group. Haji Isam dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Kampanye Tim Jokowi - Amin dalam Pilpres 2020. Sebaliknya, Bisnis juga mencatat Presiden Joko Widodo juga pernah meresmikian pabrik gula raksasa milik Haji Isam di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Dia pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara Kampanye Tim Jokowi - Amin dalam Pilpres 2020. Sebaliknya, Bisnis juga mencatat Presiden Joko Widodo juga pernah meresmikian pabrik gula raksasa milik Haji Isam di Bombana, Sulawesi Tenggara.

Namanya Disebut di Kasus Suap Pajak

Haji Isam dikenal sebagai pengusaha atau 'crazy rich Kalimantan' yang menggeluti bisnis di berbagai bidang seperti bisnis tambang batubara, bisnis karet, transportasi hingga sawit.

Nama Haji Isam belum lama ini menyita perhatian publik, karena dirinya masuk ke dalam kasus korupsi pejabat pajak dan diduga bermain mata dengan pejabat pajak berkaitan dengan nilai pajak perusahaannya.

Menurut catatan Bisnis, hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada Senin (4/10) yang mengadili terdakwa Angin Prayitno Aji selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan di Ditjen Pajak.

Sidang ini menghadirkan seorang saksi atas nama Yulmanizar sebagai mantan anggota tim pemeriksa pajak di Ditjen Pajak yang dalam dalam kesaksiannya di Berita Acara Perkara no 41 turut menghadirkan nama Haji Isam.

Yulmanizar mengaku sempat bertemu orang bernama Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin milik Haji Isam. Disebutkan pertemuan itu meminta agar nilai perhitungan pajak PT Jhonlin dikondisikan pada Rp10 miliar.

Pemilik Jhonlin Group, Haji Isam disebut meminta konsultan pajak Agus Susetyo, untuk mengkondisikan Surat Ketetapan Pajak (SKP) PT Jhonlin Baratama kepada tim pemeriksa pajak Ditjen Pajak Kemenkeu.

Sebelum hal itu terungkap di persidangan, PT Jhonlin Baratama disebut dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dua pejabat pajak yang diduga menerima suap terkait pengurusan pajak

Adapun, Jhonlin Baratama adalah salah satu lini bisnis milik Jhonlin Group yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Nama Jhonlin Group identik dengan 'Sultan' Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang banyak dikenal sebagai Haji Isam.

Jhonlin Group juga sempat mendapat perhatian pada tahun lalu, karena namanya masuk dalam FinCEN Files yang didapatkan melalui Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (The International Consortium of Investigative Journalists/ICIJ) bersama dengan BuzzFeed News dan 108 mitra media lainnya di 88 negara.

Sementara dalam kasus suap pajak, nama Jhonlin Baratama disebutkan secara eksplosit dalam SPDP milik Angin dan Dadan Ramdani. Perusahaan itu melalui konsultan pajaknya ditengarai tengah melakukan penyuapan kepada dua pejabat pajak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dikutip dari laman resmi Kemenkumham, Jhonlin merupakan salah satu lini bisnis Jhonlin Group. Jhonlin Baratama memiliki modal dasar sebanyak Rp320 miliar dengan modal ditempatkan senilai Rp80 miliar.

Pemegang saham mayoritas Jhonlin Baratama adalah Jhonlin Group 408.000 lembar saham atau senilai Rp40,8 miliar, kemudian Hj Nurhayati sebanyak 359.840 saham atau senilai Rp35,9 miliar dan Haji Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam 32.160 atau senilai Rp3,2 miliar.

Di sisi lain, pihak Haji Isam membantah keterlibatannya dalam perkara suap. Penasihat hukum Haji Isam Junaidi mengaku tak terkait dengan opersional apapun dari aktivitas bisnis tersebut.

"Klien kami hanya pemegang saham ultimate di holding companny yang tidak terlibat dalam kepengurusan," demikian kata Junaidi dilansir dari Tempo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Jhonlin Group
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top