Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Badai Grace Hantam Haiti, Korban Tewas akibat Gempa Capai 1.941 Jiwa

Pejabat Haiti melaporkan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi dari gempa menjadi 1.941 orang. Sedangkan lebih dari 9.900 orang terluka dan 30.000 orang kehilangan tempat tinggal.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Agustus 2021  |  06:36 WIB
Badai Grace Hantam Haiti, Korban Tewas akibat Gempa Capai 1.941 Jiwa
Satelit NOAA memperlihatkan bagaimana Badai Matthew menghantam wilayah selatan Haiti dan Jamaica pada 3 Oktober 2016. - blog.metoffice.gov.u
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Badai tropis Grace menerjang Haiti selatan sehingga menambah penderitaan warga negara itu setelah korban tewas akibat gempa bumi mencapai 1.941 orang hingga kemarin.

Banjir bandang dan tanah longsor akibat badai ganas itu kian memperumit upaya bantuan.

Aliran listrik dilaporkan masih terputus hingga kemarin di bagian selatan Haiti setelah hujan lebat dan angin dengan kecepatan tinggi melanda wilayah yang baru dua hari dilanda gempa dahsyat berkekuatan 7,2 SR.

Air hujan mengubah jalan-jalan di semenanjung Tiburon yang dilanda gempa Haiti menjadi sungai dalam beberapa menit setelah badai tropis Grace mendarat di pulau Hispaniola. Pulau itu memisahkan Haiti dengan Republik Dominika. Sedangkan hujan turun dengan kecepatan 50 mm (2 inci) per jam di sebagian besar wilayah tersebut.

Saat hujan masih turun, pejabat Haiti melaporkan jumlah korban tewas yang dikonfirmasi dari gempa menjadi 1.941 orang. Sedangkan lebih dari 9.900 orang terluka dan 30.000 orang kehilangan tempat tinggal. Petugas penyelamat terus mencari puing-puing untuk mencari korban selamat.

Rumah sakit penuh sehingga perawat merawat pasien di teras dan koridor. Pasokan medis termasuk alat pelindung diri untuk staf dan obat penghilang rasa sakit untuk pasien masih langka.

“Rumah sakit berada di lokasi yang digenangi air,” kata Sterens Yppolyte, seorang dokter magang berusia 26 tahun di rumah sakit Immaculate Conception Les Cayes seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (18/8). 

Dia mengatakan orang-orang menangis minta tolong untuk mendapatkan tenda untuk tempat berteduh.

Marjorie Modesty, seorang psikolog yang tinggal di Les Cayes yang membantu mengoordinasikan pengiriman bantuan melalui organisasi dukungan keluarga yang dia kelola, menyuarakan keputusasaan yang sama.

"Ini yang dibutuhkan negara: tenda, makanan, obat-obatan, perlengkapan mandi, air, pakaian, peralatan penyelamat, dan kursi roda," kata Modesty, yang rumahnya sendiri terendam banjir pada Senin malam. Orang-orang melarikan diri dari rumah mereka dan  kami butuh tenaga penyelamatan, katanya.

Warga takut masuk atau tidur di rumah mereka karena khawatir akan runtuh akibat gempa susulan yang sedang berlangsung atau banjir karena air badai. Mereka memilih untuk tidur di tenda atau di bawah terpal.

Deforestasi yang meluas untuk produksi arang telah membuat wilayah tersebut lebih rentan terhadap bencana.

“Selama gempa, air menyembur keluar dari tanah sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan,” kata Paul Touloutte, rektor American University of the Caribbean, yang telah mengunjungi rumah sakit dan daerah lain yang terkena dampak di Haiti selatan. 

Kondisi sekarang menunjukkan warga harus  bersiap untuk lebih banyak menghadapi masalah dengan begitu banyak bangunan yang rusak berat dan kemungkinan banjir yang serius, katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa haiti
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top