Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Partai Gelora: Disintegrasi Sosial Ancaman Serius Kehidupan Berbangsa

Berita yang viral di media sosial juga di media-media mainstream berpotensi memunculkan pembelahan politik maupun disintegrasi sosial.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  17:51 WIB
Partai Gelora: Disintegrasi Sosial Ancaman Serius Kehidupan Berbangsa
Anis Matta menyebutkan disintegrasi sosial menjadi ancaman di tengah wabah dan krisis ekonomi. - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah tingginya paparan wabah Covid-19 yang merusak sendi-sendi perekonomian negara, disintegrasi sosial menjadi ancaman paling besar kehidupan berbangsa saat ini.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam diskusi yang digelar secara virtual dan live lewat Gelora TV.

Anis Matta menyampaikan hal itu saat membuka diskusi bertajuk “Pembelahan Politik di Jagat Media Sosial: Residu pemilu yang tak kunujung usai”, di Gelora Media Center, Selasa (22/6/2021).

Diskusi menghadirkan nara sumber Sekjen Partai Gelora Mahfuz Sidik, akademisi sekaligus peneliti masalah komunikasi dan politik Guntur F. Prisanto serta Dyah Kartika Rini, founder Spindoctor dan penggerak JASMEV.

Menurut Anis, berbeda dari sejumlah krisis yang pernah dialami bangsa Indonesia sebelumnya, ancaman disintegrasi sosial kali ini diperburuk oleh pembelahan politik. Terutama, ujar dia, akibat Pilpres 2019 dan Pilgub DKI Jakarta 2017.

Disintegritas sosial menjadi ancaman yang jauh lebih serius, ujar Anis. Hal itu karena Indonesia selain menghadapi krisis kesehatan Covid-19, juga krisis menghadapi ekonomi yang bisa berubah menjadi krisis sosial dan krisis politik.

“Sekarang kita menghadapi ancaman baru, yakni disintegrasi sosial. Tantangan ini muncul akibat pembelahan politik yang semakin dalam, berbagai peristiwa politik terjadi sejak Pilpres 2014 hingga sekarang,” ujarnya.

Bahkan dia menyebutkan kondisi ancaman disinterasi sosial juga diwarnai pertarungan geopolitik global yang bisa saja memengaruhi Indonesia, yakni antara China dan Amerika Serikat.

Dia mencontohkan bagaimana masih banyak warga negara yang menolak vaksin buatan China, Sinovac sebagaimana diperoleh dari hasil survei Partai Gelora.

“Jadi banyak orang menolak vaksin Sinovac karena berasal dari China,” ujarnya merujuk hasil survei.

Kondisi ini, ujar Anis, membuat Partai Gelora sangat berkepentingan untuk mengonsolidasikan Indonesia. Langkah tersebut diperlukan untuk membawa Indonesia keluar dari ancaman disintegrasi sosial dan pembelahan politik.

“Kita sedang menghadapi tantangan besar. Bukan hanya butuh konsolidasi tapi inovasi kolektif untuk keluar dari pembelahan yang membuat kita tak saling bertemu,” katanya.

Sementara itu, Guntur F Prisanto mengatakan kondisi sosial politik Indonesia mengalami pembelahan akibat munculnya era post truth atau era pascakebenaran.

Kondisi itu, katanya, diwarnai perkembangan teknologi informasi yang memunculkan “kebenaran baru” yang sulit membedakan mana kebenaran sejati dan mana kebenaran intuisi.

Bahkan, Guntur melihat adanya fenomena baru dalam kehidupan sosial politik ketika berita yang viral lebih dianggap sesuatu yang benar ketimbang berita yang tidak mendapat banyak perhatian di kalangan pemirsa maupun pembaca.

Berita itu muncul di media sosial, juga di media-media mainstream sehingga berpotensi memunculkan pembelahan politik maupun disintegrasi sosial.

Pada sisi lain tidak jarang berita muncul atas pelintiran (spin) sebuah fakta. Menurut Guntur, fakta yang sama bisa dimunculkan dengan persepsi berbeda karena di-spin oleh pembuat berita.

“Mereka mencoba membangun basis kebenaran yang berbeda, memberikan fakta tandingan atau kebenaran alternatif,” ujar Guntur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anis matta integrasi Partai Gelora
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top