Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Merger Kemendikbud dan Kemenristek, Nadiem Diganti atau Jangan?

Apakah Nadiem Makarim masih menjadi sosok yang dinilai layak untuk mengemban tugas memimpin Kemendikbud dan Kemenristek yang akan dilebur?
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 April 2021  |  16:59 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berdialog dengan kepala sekolah dan guru saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 8 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (4/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Usai melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi, muncul kabar bahwa Menteri Nadiem Makarim akan masuk dalam daftar kocok ulang atau reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo.

Sejumlah pakar pendidikan menilai bahwa memang untuk mengemban beban dari Kemendikbud dan Kemenristek sekaligus perlu orang yang lebih berpengalaman di bidang riset dan pendidikan.

Pengamat Pendidikan dari Komisi Nasional Pendidikan Andreas Tambah mengatakan bahwa apabila menterinya diganti, harus diisi orang yang punya visi dan komitmen kuat, kalau tidak kinerja Kemendikbud akan kembali ke nol.

“Terus pak Nadiem ini kan pertamanya dianggap punya terobosan untuk mengubah napas kemendikbud. Sudah mulai dengan 3 wacana program, guru penggerak, peta jalan pendidikan, perbaikan kurikulum, dan sebagainya tapi ini kan belum jalan nih. Kalau diganti lagi apakah orangnya akan meneruskan atau tidak?” kata Andreas kepada Bisnis, Kamis (15/4/2021).

Pasalnya, kalau beda orang program yang sudah dijalankan pasti tidak akan diteruskan, sehingga akan mulai dari nol sementara Kemendikbud yang baru sudah menjalankan kepengurusan setengah jalan hampir 2 tahun.

Namun, jika dibilang Nadiem sudah kompeten, Andreas mengatakan tergantung dari dirjen risteknya. Menurutnya, sekalipun Nadiem hebat, kalau dirjennya tidak ada gebrakan sama saja bohong.

“Saya khawatir kalau penggantinya orang yang berkecimpung di dunia pendidikan malah akan mengikuti kebijakan pola lama. Jadi nggak ada perubahan atau inovasi. Makanya diperlukan menteri yang visioner, punya kreativitas tinggi, terobosan yang bagus untuk mengubah pendidikan. Kalau tidak kembali ke nol,” kata Andreas.

Pengamat Pendidikan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengatakan, jika akan diganti, dia meminta agar tidak diganti dengan orang dadakan yang seperti ‘turun dari langit’.

“Harus diisi oleh orang-orang yang punya rekam jejak yang progresif dan berintegritas di dunia pendidikan. Kalau sampai salah orang, nanti pasti tambah, apalagi dia merombak semua kebijakan sebelumnya. Korbannya adalah rakyat, dan anak-anak sekolah. Harusnya mereka adalah penerima manfaat, bukan menjadi korban kebijakan yang salah,” ujar Ubaid.

Selanjutnya, Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji justru melihat Nadiem bukan orang yang tepat untuk urus pendidikan. “Bukannya mengecilkan, kalau bicara kecerdasan pasti cerdas, beliau aset bangsa, tapi tempatnya bukan di pendidikan karena beliau tidak menguasai bagamana cara membangun manusia,” kata Indra.

Menurutnya, selama ini yang dilakukannya hanya satu arah dan tidak terbuka. Sulit mengulik informasi langsung dari Nadiem.
Indra juga menilai pola pikir Nadiem masih seperti ketika membangun aplikasi, padahal tugasnya untuk membangun manusia, membentuk SDM Unggul.

Dengan dibubarkannya Kemenristek, kata Indra, membuktikan program SDM unggul tidak punya grand design dan rencana yang matang. “Mumpung masih ada waktu, saran saya sebelum mengesahkan menterinya siapa, mendingan Jokowi bisa mengundang tokoh-tokoh dan pakar-pakar pendidikan. Mintalah mereka membuatkan konsep desain membangun SDM unggul seperti apa. Kalau sudah jadi, sepakat, baru masukan orang-orangnya, masukan lembaganya, bentuk kementeriannya. Jadi jangan anggap enteng urusan pendidikan,” tegasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud kemenristek Nadiem Makarim
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top