Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ketua Banggar DPR Klarifikasi Kabar Bagi-Bagi Uang setelah Buka Puasa

Menurutnya, pengurus musala sudah memasang pengumuman tidak ada pembagian uang zakat.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 April 2021  |  13:50 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah (kemeja putih) yang juga politisi PDI Perjuangan memberikan klarifikasi di Gedung DPR terkait hoaks bagi-bagi uang dan kerumununan massa di Madura, Jawa Timur, Kamis (15/4/2021). JIBI - Bisnis/Jhon Andi Oktaveri
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah (kemeja putih) yang juga politisi PDI Perjuangan memberikan klarifikasi di Gedung DPR terkait hoaks bagi-bagi uang dan kerumununan massa di Madura, Jawa Timur, Kamis (15/4/2021). JIBI - Bisnis/Jhon Andi Oktaveri

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah membantah berita di media sosial dan media massa yang menyebut dirinya membagi-bagi uang di Madura, Jawa Timur dengan mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

Saat memberi keterangan pers hari ini, Kamis (15/4/2-21) di Gedung DPR, politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, bahwa akibat berita hoaks bagi-bagi uang lewat tayangan video yang telah ditambahi narasi itu, masyarakat berkerumun mendatangi rumahnya.

Karena itu, dia mengatakan bahwa dirinya menjadi korban fitnah karena berita yang menonjolkan kerumunan warga yang mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Warga Sumenep percaya informasi palsu atau hoaks. Warga menyerbu kediaman saya di Madura karena ada kabar pembagian uang usai buka puasa,” katanya.

Dia mengatakan ada penyebar hoaks seakan-dirinya akan membagi-bagi uang. Padahal, katanya, dia membagi takjil tiap hari pada bulan puasa dengan menyebar seribu kotak per hari.

Said mengatakan bahwa dia sedang di Jakarta saat kejadian berlangsung. Tiba-tiba, dia mendapat kabar warga berkerumun di sekitar musala dekat kediamannya di Sumenep.

Menurutnya, pengurus musala sudah memasang pengumuman tidak ada pembagian uang zakat.

Bahkan, Said menyebut aparat kepolisian sampai turun tangan membubarkan warga.

Meski mengaku telah menyerahkan masalah hoaks itu ke pihak kepolisian dan pelakunya telah mengaku kesalahannya, namun dia mengatakan cukup memberi keterangan pers kepada media massa.

"Masyarakat bawah sudah susah, dengan hoaks semakin susah. Betapa berdosanya kita membiarkan pembuat hoaks merajalela seenaknya seakan suatu kebenaran," tukas Said.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pdip Puasa
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top