Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Ada Upacara Kenegaraan di Pemakaman Pangeran Philip

Pangeran Philip tidak akan dimakamkan menggunakan upacara kenegaraan lantaran adanya pembatasan sosial terkait dengan pandemi Covid-19 di Inggris.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 April 2021  |  00:27 WIB
Pangeran Philip telah meninggal dunia di usia 99 tahun / The Royal Family
Pangeran Philip telah meninggal dunia di usia 99 tahun / The Royal Family

Bisnis.com, JAKARTA – Pemakaman Pangeran Philip dipastikan tidak akan dilakukan dengan mengguakan upacara kenegaraan. Hal itu dilakukan lantaran adanya pembatasan sosial terkait dengan pandemi Covid-19 di Inggris.

College of Arms, lembaga yang mengatur tata cara upacara Kerajaan Inggris menyebutkan, mendiang suami Ratu Elizabeth akan disemayamkan di Kastil Windsor menjelang pemakaman di Kapel St George.

"Pengaturan pemakaman telah direvisi mengingat keadaan yang berkaitan dengan pandemi Covid-19, dan dengan menyesal diminta agar masyarakat tidak berusaha untuk menghadiri atau berpartisipasi dalam acara apa pun untuk menggantikan (upacara) pemakaman," sebut College of Arms, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (19/4/2021)

Seperti diketahui, Philip menghabiskan empat minggu di rumah sakit pada awal tahun ini untuk perawatan infeksi dan menjalani operasi jantung. Selepas melakukan operasi diai kembali ke Kastil Windsor pada awal Maret.

Namun demikian, dia meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021), atau tepat dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-100.

Pesona dan keengganan sang pangeran untuk mentolerir orang-orang yang dianggapnya bodoh atau penjilat, membuatnya dihormati oleh sebagian warga Inggris. Namun bagi sejumlah orang, sikapnya yang terkadang kasar membuatnya juga turut disorot oleh publik.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Pangeran Philip telah membantu membimbing keluarga kerajaan dan monarki sehingga mereka tetap menjadi bagian yang sangat penting untuk keseimbangan dan kebahagiaan kehidupan nasional Inggris.

"Kepada Yang Mulia dan keluarganya, perhatian bangsa harus kita tujukan hari ini. Karena mereka telah kehilangan bukan hanya figur publik yang sangat dicintai dan sangat dihormati, tetapi juga suami yang setia dan ayah, kakek, yang bangga dan penuh kasih, dan, dalam beberapa tahun terakhir (juga menjadi) kakek buyut," kata Johnson.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris pangeran philip ratu elizabeth

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top