Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genap 60 Tahun, Ini Sejarah Terbentuknya Kostrad

Sebagai pasukan cadangan strategis, jumlah personel Kostrad menjadi hal yang tidak dipublikasikan alias rahasia.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 06 Maret 2021  |  13:51 WIB
Ilustrasi - Anggota pasukan Divisi II Kostrad Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 10 Darma Putra Malang saat tiba di Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (22/2/2019). - Antara/Ahmad Subaidi
Ilustrasi - Anggota pasukan Divisi II Kostrad Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 10 Darma Putra Malang saat tiba di Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (22/2/2019). - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Komando Strategis Angkatan Darat atau Kostrad hari ini, 6 Maret 2021, genap berusia 60 tahun. Seperti apa sejarah kesatuan tempur tersebut? Berikut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber.

Berdasarkan catatan TNI Angkatan Darat (AD), menjelang akhir 1960 pimpinan AD menganggap perlu membentuk satuan militer yang bersifat mobil berkemampuan lintas udara,  siap tempur menjalankan    tugas di seluruh Tanah Air.

Untuk tujuan itu dibentukan Cadangan Umum AD, yang digagas oleh KSAD saat itu Jenderal A.H Nasution. Sebagai realisasi atas gagasan tersebut keluarlah Surat Keputusan No. KPTS.1067/12/1960 tertangga 27 Desember 1960.

Gagasan itu mempunyai latar belakang yang sangat mendesak, terutama karena keterkaitannya dengan masalah Irian Barat. Waktu itu Irian Barat masih menjadi sengketa dengan Belanda.

Untuk merealisasikan surat keputusan, dibentuklah kelompok kerja yang diketuai  Deputi I KSAD Brigjen TNI Soeharto, beranggotakan antara lain Kolonel Ahmad Wiranata Kusuma perwira menengah Deputi I  KSAD, Letkol Slamet Sudibyo, Letkol Muwardi, Letkol Amir Mahmud, Letkol Soegoro, Mayor Joko Basuki, dan Kapten Suryo Jatmiko.

Pada awal 1961, tepatnya 6 Maret 1961 yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya Kostrad, Mabes AD meresmikan Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad). Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi panglima , kepala stafnya dijabat oleh Brigjen TNI Ahmad Wiranata Kusuma.

Untuk pengisian personel, organisasi ini merekrut prajurit dari komando daerah militer pada masing-masing pendidikan dasar kecabangan.

Dengan rekrutmen tersebut pasukan itu mempunyai kekuatan satu divisi infranteri, lengkap dengan satu brigade para (pasukan penerjun), didukung satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.

Pada 19 Desember 1961 bertepatan dengan pelantikan para taruna Akademi Militer di Yogyakarta, Presiden Soekarno menggelorakan Tri Komando Rakyat atau Trikora.

Misi Trikora adalah menggagalkan pembentukan negara Papua di Irian Barat, mengibarkan bendera Indonesia, serta bersiap-siap melakukan mobilisasi umum.

Caduad pun turut terlibat aktif dalam Trikora dengan menurunkan satu  divisi pasukannya. 

Berdasarkan pengalaman dari palagan Irian Barat, Soeharto kemudian membuat telaahan staf yang pada intinya menyatakan pembentukan pasukan cadangan strategis mutlak dilakukan.

Akhirnya gagasan ini disetujui dan berdasarkan surat keputusan KSAD No: KPTS 178/2/1963 tertangal 19 Februari  1963 diputuskan bahwa Caduad resmi berganti nama menjadi Kostrad.

Adapun tugas pokok Kostrad adalah melaksanakan operasi militer baik secara berdiri sendiri maupun bagian dalam suatu operasi gabungan dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia.

Dalam bentuk organisasinya Kostrad mempunyai bentuk Komando lapangan yang terdiri dari Markas Komando dan Markas Divisi, Brigade dan gugus Bantuan tempur dan Bantuan administrasi.

Kostrad berkedudukan sebagai komando utama atau kotama. Dalam segi pembinaan, Kostrad berkedudukan langsung di bawah KSAD. Sedangkan dalam segi operasional, Kostrad berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI.

Rahasia

Sebagai pasukan cadangan strategis, jumlah personel Kostrad menjadi hal yang tidak dipublikasikan alias rahasia.

Dikutip dari Wikipedia, Komando Strategis Angkatan Darat/Darma Putra atau biasa disingkat Kostrad/Darma Putra memiliki jumlah pasukan yang dirahasiakan dan selalu siap untuk beroperasi atas perintah Panglima TNI kapan saja.

Saat ini Kostrad terdiri dari tiga Divisi, yakni:

  • Divisi Infanteri 1/Kostrad berada di Cilodong, Depok
  • Divisi Infanteri 2/Kostrad berada di Singosari, Malang
  • Divisi Infanteri 3/Kostrad berada di Bontomarannu, Gowa

Perlu diketahui bahwa Kostrad adalah satuan tempur dasar milik TNI Angkatan Darat. Jika Kopassus adalah pasukan khusus, maka Kostrad merupakan pasukan dasar tempur TNI-AD.

Saat ini, Kostrad dipimpin Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Eko Margiyono, M.A. Sedangkan jabatan Kepala Staf Kostrad diduduki Mayor Jenderal TNI Ainurrahman.

Dirgahayu Kostrad!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni ad pangkostrad Kostrad
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top