Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LP3HI: Sah-Sah Saja Keluarga Korban Sriwijaya Air Lapor Polisi

Kalau ada pihak keluarga korban yang mau lapor ke Bareskrim Polri kan sah-sah saja. Itu untuk mengusut apakah ada unsur pidananya atau tidak dalam kecelakaan Sriwijaya Air.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  13:57 WIB
Prajurit Kopaska TNI AL berdiri di dekat kantong berisi jenazah dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dievakuasi ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). - Antara/Sigid Kurniawan
Prajurit Kopaska TNI AL berdiri di dekat kantong berisi jenazah dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang dievakuasi ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga korban kecelakaan maspakai Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 bisa saja membuat laporan ke Bareskrim Polri.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mengusut ada atau tidaknya unsur tindak pidana pada kecelakaan pesawat tersebut.

"Kalau ada pihak keluarga korban yang mau lapor hal tersebut ke Bareskrim Polri kan sah-sah saja. Itu untuk mengusut apakah ada unsur pidananya atau tidak dalam kecelakaan itu," tutur Wakil Ketua Lembaga Pengawasan dan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI), Kurniawan Adi Nugroho kepada Bisnis, Senin (11/1/2021).

Terlebih, kata Kurniawan, pesawat Boeing 737-524 yang digunakan Sriwijaya Air itu memiliki catatan negatif dari regulator penerbangan sipil asal Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA).

"Catatan dari FAA ini bisa jadi pintu masuk penyidik Bareskrim Polri untuk mengusut unsur pidananya. Apakah catatan FAA ini sudah ditindaklanjuti atau belum oleh Sriwijaya Air," katanya.

Berdasarkan berita di USA Today, 24 Juli 2020, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS pada Jumat (22/7/2020) mengeluarkan petunjuk darurat Kelaikan Penerbangan untuk 2.000 Boeing 737 yang telah diparkir.

FAA mengeluarkan arahan setelah pihak inspektur menemukan katup pemeriksaan udara yang rusak saat membawa pesawat keluar dari penyimpanan, kata juru bicara badan tersebut Lynn Lunsford.

Korosi pada "katup periksa udara pembuangan tahap kelima '' dapat mengakibatkan kegagalan mesin ganda, katanya.

Maskapai harus memeriksa pesawat dari korosi katup, dan jika ditemukan, mereka harus diganti sebelum pesawat dikembalikan ke layanan, katanya.

FAA mengambil tindakan tersebut setelah empat laporan tentang penghentian mesin tunggal karena katup periksa macet, menurut Petunjuk Kelaikan Udara.

Tidak disebutkan insiden atau nama maskapai yang mengoperasikannya, tetapi Alaska Airlines mengonfirmasi salah satu pesawatnya mengalami "masalah kematian mesin '' pada penerbangan 15 Juli dari Seattle ke Austin, Texas.

Juru bicara Ray Lane mengatakan, "keselamatan penerbangan tidak bisa dikompromikan.''

Pesawat seri 737 itu melakukan pendaratan darurat di Austin dan mesin diganti, katanya.

"Jika katup ini terbuka secara normal saat lepas landas, katup ini mungkin saja macet dalam posisi terbuka selama penerbangan dan gagal menutup saat daya berkurang, mengakibatkan kompresor macet dan terjadi kegagalan untuk menghidupkan ulang mesin,'' ujar pihak FAA berkata.

Lebih jauh dijelaskan bahwa korosi katup pada kedua mesin dapat mengakibatkan hilangnya tenaga kedua mesin tanpa bisa dinyalakan kembali. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air bareskrim polri
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top