Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR Minta Pencarian Korban Sriwijaya Air Diprioritaskan

Dalam waktu dekat, DPR rencananya akan memanggil Kemenhub, Basarnas, BMKG dan mitra kerja terkait lainnya untuk meminta laporan soal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  12:34 WIB
Petugas Basarnas pada Minggu (10/1/2021) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, memeriksa temuan bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Tim penyelam Kopaska TNI AL menemukan sejumlah serpihan dari pesawat dan pakaian yang diduga milik penumpang di lokasi jatuhnya pesawat tersebut./Antara - Dhemas Reviyanto
Petugas Basarnas pada Minggu (10/1/2021) di Dermaga JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, memeriksa temuan bagian dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu pada Sabtu (9/1/2021). Tim penyelam Kopaska TNI AL menemukan sejumlah serpihan dari pesawat dan pakaian yang diduga milik penumpang di lokasi jatuhnya pesawat tersebut./Antara - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi meminta pemerintah dan pihak yang berwenang memprioritaskan pencarian kepada korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.

Dia juga meminta agar pemangku kepentingan melakukan upaya-upaya terbaik serta melakukan koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, hingga manajemen Sriwijaya Air.

“Turut berduka yang mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Kami minta pemerintah dan pihak yang berwenang tetap fokus melakukan investigasi terkait kecelakaan jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak itu,” kata Mulyadi dikutip dari laman DPR, Senin (11/1/2021).

Mulyadi mengatakan kecelakaan pesawat yang terjadi pada Sabtu (9/1/2021) itu harus dijadikan pelajaran yang berharga terutama bagi dunia penerbangan Indonesia.

Dia mengungkapkan dalam waktu dekat, DPR juga rencananya akan memanggil Kemenhub, Basarnas, BMKG dan mitra kerja terkait lainnya untuk meminta laporan.

“Kecelakaan Pesawat jenis Boeing 737-534 menjadi pekerjaan rumah (PR) agar lebih memperketat pengawasan penerbangan dalam negeri. Namun, kita berdoa semoga musibah ini tidak terulang di kemudian hari, dan dunia penerbangan Indonesia tetap mampu memberikan pelayanan terbaik terutama mengutamakan keselamatan," katanya.

Sebelumnya, Pesawat bernomor registrasi PK CLC SJ-182 jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas (take off) dari Bandara Soetta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Pesawat membawa 62 orang, terdiri atas 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi dan 12 kru pesawat, terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB atau beberapa menit setelah take off dari Bandara Soetta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air Kemenhub basarnas kecelakaan pesawat
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top