Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182, KN SAR Basudewa Bawa Satu Kantong Jenazah

Satu kantong jenazah tersebut menambah jumlah 18 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh diduga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya SJ 182.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  13:27 WIB
Prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir (Yontaifib) TNI AL bersiap melakukan penyelaman untuk pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang. - Antara
Prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir (Yontaifib) TNI AL bersiap melakukan penyelaman untuk pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satu kantong jenazah diduga berisi tubuh korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hari ini berhasil dievakuasi ke darat.

Kantong jenazah tersebut dibawa oleh Kapal Negara (KN) Pencarian dan Penyelamatan (search and rescue/SAR) Basudewa.

Seperti diketahui pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak mengalami kecelakaan dan jatuh di Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

"Pada pencarian dan pertolongan hari ketiga, ini adalah penyerahan barang bukti atau obyek pencarian pertama yang kita terima siang ini,” ujar Kepala Bagian Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman, di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Kapal tersebut merapat ke dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok Jakarta Utara, sekitar pukul 11.47 setelah proses pencarian puing pesawat dan korban di perairan Kepulauan Seribu.

Satu kantong jenazah tersebut kemudian diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Satu kantong jenazah tersebut menambah jumlah 18 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh diduga korban kecelakaan pesawat tersebut.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 mil laut (nautical mile/nm) di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. Dari jumlah tersebut terdapat 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top