Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang Pelantikan Biden, Washington Berpotensi Rusuh

Momentum tersebut ditengarai akan menimbulkan potensi kekerasan di Washington sehingga anggota parlemen AS menerima instruksi keamanan mendesak.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  14:07 WIB
Capres AS Joe Biden merayaan kemenangannya dalam Pilpres AS di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). - Antara/Reuters\r\n
Capres AS Joe Biden merayaan kemenangannya dalam Pilpres AS di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kongres Amerika Serikat akan berkumpul Rabu (6/1/2021), untuk menyatakan Joe Biden sebagai presiden berikutnya.

Momentum tersebut ditengarai akan menimbulkan potensi kekerasan di Washington sehingga anggota parlemen AS menerima instruksi keamanan mendesak.

Tindakan pencegahan yang diserukan kemarin kepada anggota DPR dan Senat termasuk panduan untuk menggunakan terowongan bawah tanah saat melakukan perjalanan antar kamar di Capitol dan ke gedung perkantoran terdekat pada siang hari.

Anggota parlemen diimbau untuk tiba di Capitol pada Rabu pagi, dan diberitahu bahwa mereka harus menggunakan garasi dengan barikade dan jalur akses keamanan. Anggota parlemen juga menerima daftar penutupan jalan ekstensif di sekitar Capitol dan tempat lain di Washington.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah mendorong publik untuk melakukan protes guna menekan anggota parlemen agar menolak hasil pemungutan suara Electoral College yang memenangkan Joe Biden. Trump berencana untuk berbicara di rapat umum di dekat Gedung Putih, besok.

Walikota Washington, Muriel Bowser, mendesak penduduk untuk tidak terlibat dengan pengunjuk rasa dan meminta bantuan Garda Nasional, sementara beberapa bisnis di pusat kota telah menutup jendela untuk melindungi dari kekerasan.

Protes pro-Trump di Washington dan kota-kota lain pada November dan Desember berakhir dengan kekerasan dan perusakan properti. Beberapa kelompok sayap kanan, seperti Proud Boys, mengatakan mereka akan muncul untuk demonstrasi minggu ini.

Pemimpin Proud Boys, Enrique Tarrio, ditangkap oleh polisi Washington kemarin dan didakwa dengan perusakan properti terkait dengan pelanggaran yang terjadi pada 12 Desember.

Sementara itu Bowser telah meminta anggota Garda Nasional Distrik Columbia untuk membantu pengendalian lalu lintas dan bantuan lainnya.

Penangkapan Tarrio sejalan dengan taktik yang digunakan oleh aparat penegak hukum untuk menangkap penyelenggara utama protes besar tepat sebelum terjadi dalam upaya untuk mendapatkan informasi intelijen tentang apa yang mungkin akan terjadi.

Penangkapan semacam itu dapat memicu pergerakan tiba-tiba oleh anggota kelompok lain, serta komunikasi yang dapat dipantau melalui pengawasan elektronik resmi pengadilan.

Bowser menyarankan penduduk kota untuk tidak datang ke pusat kota pada Selasa dan Rabu. Di bawah arahannya, Badan Keamanan Dalam Negeri dan Manajemen Darurat kota pada kemarin mengaktifkan Pusat Operasi Darurat distrik, untuk mengoordinasikan tanggapan federal dan lokal terhadap demonstrasi tersebut.

"Kami akan melakukan apa yang harus kami lakukan untuk memastikan semua yang hadir tetap damai," kata Bowser.

Trump yang tampaknya mengharapkan jumlah massa yang besar untuk mendukung klaim bahwa kekalahannya disebabkan kecurangan, menyebutkan di akun twitternya bahwa itu akan menjadi hari bersejarah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

washington pelantikan Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top