Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPK Perluas Sampling Korupsi Bansos Covid-19, Diumumkan Akhir Januari

Fokus pemeriksaan yang dilakukan BPK adalah pada kualitas bansos dan pengirimannya. Mulai dari sesuai dengan aturan, isi di dalamnya, hingga kualitasnya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  21:10 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Menteri Sosial Juliari P Batubara tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (6/12/2020). Juliari P Batubara ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan Covid-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah mengusut korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 yang hasilnya akan segera dirilis. 

Anggota III BPK, Achsanul Qosasi, mengatakan bahwa atas kasus korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah beberapa waktu lalu, cakupan samplingnya diperluas.

"Ada beberapa perusahaan termasuk tiga di antaranya masih di dalam sampling kita. Nanti kita akan sampaikan akhir bulan Januari," katanya melalui konferensi pers virtual, Selasa (29/12/2020).

Achsanul menjelaskan bahwa fokus pemeriksaan yang dilakukan BPK adalah pada kualitas bansos dan pengirimannya. Mulai dari sesuai dengan aturan, isi di dalamnya, hingga kualitasnya.

"Termasuk juga pemilihan rekanan yang menjadi rekanan Kementerian Sosial. Karena ini kan tanpa tender sehinga siapapun bisa bekerja di Kementerian Sosial, tinggal kapasitas sesuai dengan yang diaturkan," jelasnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka dalam kasus suap terkait program bantuan sosial penanganan Covid-19.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah pejabat pembuat komitmen di Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabuke selaku pihak swasta.

Selaku penerima, Juliari, Adi dan Matheus dijerat Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, selaku pemberi, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi bpk bansos
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top