Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gatot Nurmantyo Sebut TNI Masa Kini Seperti Orde Baru, Mengapa?

Selama lebih dari satu dekade, imbuhnya, seluruh panglima TNI mengubah persepsi negatif yang ditinggalkan ABRI.
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI/Bisnis-Nancy Junita @kanal youtube refly harun
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI/Bisnis-Nancy Junita @kanal youtube refly harun

Bisnis.com, JAKARTA – Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan TNI dalam menyikapi gejolak yang terjadi beberapa waktu terakhir. Gatot menyebutkan bahwa TNI saat ini seperti pada era orde baru.

“Kalau kita lihat perkembangan situasi dan terjadi di akhir-akhir ini ada warning peringatan bahwa Polri khusus TNI telah terlihat menjadi seperti pada tahun orde baru yang lalu,” kata Gatot saat webinar KAMI Nasional dikutip Sabtu (5/11/2020).

Gatot yang juga merupakan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjelaskan bahwa TNI berjuang untuk memperbaiki citra buruk yang ditinggalkan usai peristiwa 1998. Selama lebih dari satu dekade, imbuhnya, seluruh panglima TNI mengubah persepsi negatif yang ditinggalkan ABRI.

Selama 1998 – 2016, lanjutnya, anggapan publik pada TNI mulai pulih. Bahkan muncul survei yang menunjukkan bahwa organisasi TNI menempati posisi pertama perihal kepercayaan publik.

Menurut Gatot, seharusnya TNI dapat mempertahankan kondisi itu. Pasalnya TNI maupun Polri merupakan tulang punggung kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap itu kata dia harus dipelihara agar mampu menjaga kekuatan baik untuk pertahanan dalam dan luar negeri.

Gatot menegaskan bahwa menjadi profesionalisme TNI bukan tanggung jawab TNI saja tetapi tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

"Untuk itu kami mengamati dengan cermat setiap kejadian di daerah timbul gagasan perlu laksanakan forum ini untuk merembuk yang bisa diberikan kepada TNI Polri sebagai bahan evaluasi, karena bagaimanapun juga dampak yang sekarang ini seperti dari Papua, di Aceh apabila ini dibiarkan saja maka tanda-tanda tentang perpecahan di negara ini sudah mulai terlihat," paparnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rayful Mudassir
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper