Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fadli Zon Heran, Kenapa Habib Rizieq Dijadikan Musuh?

Fadli mengkritisi tindakan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mencopot baliho Habib Rizieq dan membawa iring-iringan mobil dari sebuah unit pasukan khusus.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 November 2020  |  14:06 WIB
Imam Besar Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Kedatangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut.  - Antara
Imam Besar Habib Rizieq Shihab (tengah) menyapa ribuan jamaah di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Kedatangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus dan Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan tindakan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang seolah-olah menjadikan Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai musuh.

Hal itu diungkapkan dalam video YouTube yang berjudul "Mencopot Baliho Tugas Satpol PP Bukan TNI" yang diunggah pada Minggu (22/11/2020).

"Saya kira rakyat kita apalagi HRS dan para pengikutnya adalah ulama dan banyak umatnya, tidak ada sedikit pun niat untuk melakukan tindakan-tindakan di luar konstitusi, tidak ada imajinasi untuk melakukan pemberontakan," ungkapnya dalam akun Fadli Zon Official dikutip pada Senin (23/11/2020).

Fadli mengkritisi tindakan Pangdam Jaya yang mencopot baliho Habib Rizieq dan membawa iring-iringan mobil dari sebuah unit pasukan khusus dan kemudian membunyikan klakson kendaraan.

Menurutnya, tindakan itu dilakukan untuk menakut-nakuti rakyat dan tidak sesuai dengan tupoksi TNI.

"Sikap tersebut tidak seharusnya dilakukan TNI," imbuhnya.

Fadli Zon mengungkapkan pemasangan baliho mengenai Habib Rizieq merupakan ekspresi spontanitas dari warga. Pasalnya, isi baliho tak hanya seputar penyambutan Habib Rizieq, tetapi imbauan tentang penanganan Covid-19.

"Di Jakarta saya lihat juga di Bogor dan berbagai tempat lain di Indonesia. Mereka menyambut kedatangan habib Rizieq Shihab yang sudah 3,5 tahun berada di Saudi, dan juga ada himbauan tentang penanganan Covid, bahaya Covid," ungkapnya.

Pada Sabtu malam (21/11/2020), Fadli Zon melalui akun Twitternya me-retweet unggahan juru bicara PA 212 Haikal Hassan yang berisikan baliho-baliho penyambutan Habib Rizieq.

"Kelihatannya isi baliho bagus2 saja knp banyak yang kepanasan? Apa yang harusnya dikerjakan memberantas separatis tdk dilakukan eh malah memberantas baliho. Mari kembalikan TNI kpd khittah n marwahnya. Byk prajurit n perwira hebat TNI kita ug berakal sehat n tidk berpolitik praktis," tulis Fadli Zon (@fadlizon) dikutip pada Senin (23/11/2020).

Sebelumnya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengungkapkan pencopotan baliho ini terkait dengan pemasangan spanduk dan baliho yang bermuatan ajakan revolusi dan provokatif dari pimpinan FPI.

"Kalau perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri," kata Dudung usai Apel Kesiagaan Pasukan Bencana di Jakarta, Jumat (20/11/2020)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

habib rizieq Fadli Zon Pangdam Jaya
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top