Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kelompok Jihad Al Qaeda Ancam Presiden Prancis Macron

Hal ini didorong oleh kejadian dimana Macron membela penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad atas dasar kebebasan berbicara, dan meluncurkan kampanye melawan radikalisme Islam dan memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.
Fransisco Primus Hernata
Fransisco Primus Hernata - Bisnis.com 03 November 2020  |  14:46 WIB
Ilustrasi Al Qaeda
Ilustrasi Al Qaeda

Bisnis.com, JAKARTA – Kelompok Al-Qaeda yang merupakan kelompok ekstermis di wilayah Afrika Utara mendesak para pengikutnya pada hari Senin (2 November) untuk membunuh siapa pun yang telah menghina Nabi Muhammad dan mengancam Presiden Prancis Emmanuel Macron atas pernyataannya tentang Islam.

Hal ini didorong oleh kejadian dimana Macron membela penerbitan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad atas dasar kebebasan berbicara, dan meluncurkan kampanye melawan radikalisme Islam dan memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

"Membunuh siapa pun yang menghina nabi adalah hak setiap Muslim," ujar kelompok jihadis, yang dikenal dengan akronim Prancis AQMI, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari straitstimes.com.

Pernyataan Macron muncul setelah pemenggalan kepala guru bahasa Prancis Samuel Paty di wilayah dekat Paris oleh seorang tersangka jihadis, setelah Paty menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad selama pelajaran tentang kebebasan berekspresi.

Hal itu diikuti publikasi ulang kartun kontroversial pada bulan September oleh majalah mingguan dengen genre satir Prancis, Charlie Hebdo.

Macron telah berjanji untuk membela kebebasan berbicara, tetapi kemarahan telah menyebar di kalangan Muslim di seluruh dunia, dengan banyak yang berjanji untuk memboikot produk Prancis.

"Boikot adalah kewajiban tapi itu tidak cukup," ujar kelompok AQMI dalam sebuah pernyataan.
Mereka mengancam akan membalas komentar Macron, menggambarkan presiden Prancis sebagai "muda dan tidak berpengalaman, dengan sedikit otak" dan mengatakan bahwa Macron "telah menghina".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis al qaeda Emmanuel Macron
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top