Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terungkap! Ini Pelaku Teror di Basilika Notre Dame Nice, Prancis

Sebuah sumber di kementerian dalam negeri Italia mengatakan bahwa pelaku pertama kali tiba di Eropa di pulau Lampedusa di Italia selatan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  02:50 WIB
Lokasi penyerangan oknum pria berpisau, Basilika Notre Dame di Nice, Prancis, tampak ditutup dan diawasi kepolisian setempat - Twitter/@cestrosi
Lokasi penyerangan oknum pria berpisau, Basilika Notre Dame di Nice, Prancis, tampak ditutup dan diawasi kepolisian setempat - Twitter/@cestrosi

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian Prancis telah mengidentifikasi tersangka aksi penyerangan yang menewaskan tiga orang di Basilika Notre Dame di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020).

Dilansir CNN, tersangka diidentifikasi sebagai Brahim Aouissaoui, pria yang lahir pada 1999 atau berusia sekitar 21 tahun.

Sebuah sumber di kementerian dalam negeri Italia mengatakan kepada CNN bahwa Aouissaoui pertama kali tiba di Eropa di pulau Lampedusa di Italia selatan.

"Aouissaoui adalah warga negara Tunisia, kata pejabat Italia. Dia tampaknya pertama kali tiba di Eropa bulan lalu di pulau Lampedusa Italia, menurut sumber yang diberi pengarahan tentang penyelidikan," demikian laporan CNN.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan dari seorang pelaku bersenjatakan pisau di sebuah gereja di Nice itu merupakan serangan ketiga dalam dua bulan terakhir di Prancis.

Dilansir Bloomberg, pelaku itu dilaporkan terluka oleh polisi dan tengah dirawat di rumah sakit setelah aksi di Basilika Notre Dame itu. Pelaku penyerangan terbaru ini diyakini bertindak sendiri. 

“Dia berteriak 'Allah Akbar!' berulang-ulang, bahkan setelah dia terluka, ”kata Wali Kota Nice Christian Estrosi kepada televisi BFM.

Dia juga mengabarkan bahwa tiga orang telah meninggal, dua di dalam gereja dan satu lagi melarikan diri tetapi terluka parah. Lokasi kejadian tampak sudah ditutup dan dikelilingi oleh polisi Prancis dan kendaraan darurat.

Adapun, Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengumumkan peningkatan status peringatan keamanan di wilayahnya ke level tertinggi akibat aksi tersebut.

Pemberlakuan status darurat itu diumumkan pada hari yang sama dengan peristiwa penyerangan itu. Castex di hadapan Majelis Nasional Prancis mengatakan pemerintah akan memberi respons yang tegas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis teroris
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top