Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebut Aksi di Nice sebagai Terorisme Islam, Presiden Macron Serukan Persatuan

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter pribadinya, @EmmanuelMacron. Dia mengingatkan warganya untuk tidak terpecah dalam situasi ini.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  01:34 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - Reuters
Presiden Prancis Emmanuel Macron. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan persatuan bagi masyarakat negara itu setelah aksi oknum bersenjata tajam telah menewaskan tiga orang di Basilika Notre Dame di Nice, Kamis (29/10/2020).

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter pribadinya, @EmmanuelMacron. Dia mengingatkan warganya untuk tidak terpecah dalam situasi ini.

"Saya menyerukan persatuan semua. Prancis, Prancis, Apapun agamamu, beriman atau tidak, kita harus bersatu pada saat-saat ini. Jangan menyerah pada semangat perpecahan. Di Prancis, hanya ada satu komunitas, itu komunitas nasional," demikian cuitannya.

Macron menilai saat ini Prancis tengah diserang. Serangan yang disebutnya sebagai 'terorisme Islam' itu telah terjadi tiga kali di Kota Nice. 

Namun, dia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyerah pada aksi terorisme tersebut.

"Adalah ketiga kalinya terorisme Islam melanda kota Anda, penduduknya. Saya tahu keterkejutan yang Anda rasakan, bersama Anda di seluruh negeri, dan saya percaya, seluruh dunia. Janganlah kita menyerah pada roh teror apa pun," ujarnya.

Oleh karena itu, Macron memutuskan untuk memobilisasi tentara dalam beberapa jam ke depan. Prancis, jelas dia, akan mengirimkan sekitar 3.000 hingga 7.000 tentara.

Seperti diberitakan sebelumnya, serangan dari seorang pelaku bersenjatakan pisau di sebuah gereja di Nice itu merupakan serangan ketiga dalam dua bulan terakhir di Prancis.

Dilansir Bloomberg, pelaku itu dilaporkan terluka oleh polisi dan tengah dirawat di rumah sakit setelah aksi di Basilika Notre Dame itu. Pelaku penyerangan terbaru ini diyakini bertindak sendiri. 

“Dia berteriak 'Allah Akbar!' berulang-ulang, bahkan setelah dia terluka, ”kata Wali Kota Nice Christian Estrosi kepada televisi BFM.

Pelaku penyerangan terbaru ini diyakini bertindak sendiri. Dua pejabat polisi setempat pun mengabarkan bahwa mereka tidak lagi menyelidiki pelaku penyerang lain.

Dia juga mengabarkan bahwa tiga orang telah meninggal, dua di dalam gereja dan satu lagi melarikan diri tetapi terluka parah. Lokasi kejadian tampak sudah ditutup dan dikelilingi oleh polisi Prancis dan kendaraan darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis islam teroris Emmanuel Macron
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top