Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Serangan di Nice, Prancis Tetapkan Status Keamanan Tertinggi

Status peringatan keamanan Prancis naik ke level tertinggi setelah sebuah serangan dari oknum bersenjata tajam di Nice telah menewaskan tiga orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  22:59 WIB
Sejumlah petugas keamanan berjaga di depan Basilika Notre Dame di Nice, Prancis. Wilayah tersebut tampak dilarang untuk umum setelah aksi penyerangan oleh oknum bersenjata tajam menewaskan tiga orang, Kamis (29/10/2020) - Twitter/@cestrosi
Sejumlah petugas keamanan berjaga di depan Basilika Notre Dame di Nice, Prancis. Wilayah tersebut tampak dilarang untuk umum setelah aksi penyerangan oleh oknum bersenjata tajam menewaskan tiga orang, Kamis (29/10/2020) - Twitter/@cestrosi

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengumumkan peningkatan status peringatan keamanan di wilayahnya ke level tertinggi setelah sebuah serangan dari oknum bersenjata tajam di Nice telah menewaskan tiga orang.

Pemberlakuan status darurat itu diumumkan pada hari yang sama dengan peristiwa penyerangan itu, Kamis (29/10/2020). Castex di hadapan Majelis Nasional Prancis mengatakan pemerintah akan memberi respons yang tegas.

Seperti diketahui, seorang perempuan dan dua lainnya tewas dalam peristiwa yang diduga dilakukan oleh seseorang pelaku teror di sebuah gereja di Nice, Prancis.

Beberapa jam setelah serangan teror di Nice, polisi menembak mati seorang pria yang diduga mengancam pejalan kaki dengan pistol di Montfavet, di dekat Kota Avignon, Prancis.

Menurut stasiun radio Europe 1, dua pelaku menyerukan: Allahu Akbar (Allah Maha Besar, red) saat melakukan aksi teror.

Dalam kesempatan terpisah, sejumlah media memberitakan seorang pria berkebangsaan Arab Saudi telah ditangkap oleh aparat di Kota Jeddah, Arab Saudi, setelah menyerang dan menyebabkan seorang penjaga di Kantor Konsulat Prancis, terluka.

Pascainsiden pemenggalan, Wali Kota Nice, Christian Estrosi lewat unggahannya di Twitter mengatakan serangan teror yang terjadi di Gereja Notre Dame itu serupa dengan serangan yang menyebabkan Samuel Paty, seorang guru asal Prancis, tewas pada bulan ini.

Estrosi mengatakan pelaku terus menyerukan kata Allahu Akbar, meskipun dia telah ditahan oleh anggota kepolisian. "Cukup! Ini waktunya bagi Prancis untuk bertindak tegas demi menghapus aksi fasisme Islam di wilayah kami," kata Estrosi.

Sejumlah wartawan di lokasi menyebut polisi bersenjata lengkap dengan pistol otomatis berjaga di sekitar gereja, yang berlokasi di pusat perbelanjaan Jean Medecin, Nice. Sejumlah ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran juga terlihat siaga di lokasi teror.

Selepas kejadian, sejumlah negara turut menyatakan solidaritas dan menyampaikan dukungan bagi Prancis, salah satunya adalah Inggris.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia dan rakyat Inggris akan terus mendukung Prancis.

"Saya terkejut mendengar berita serangan brutal di Nice pagi ini, di Basilika Notre-DameKami menyampaikan rasa duka cita dan doa untuk para korban serta keluarga mereka, dan Inggris akan terus bersama-sama Prancis melawan aksi teror serta intoleransi," kata PM Johnson lewat unggahannya di Twitter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis arab saudi Charlie Hebdo

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top