Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Pertemuan Bilateral dengan AS Paling Intensif Selama Pandemi

Presiden Jokowi apresiasi kunjungan Menlu AS Mike Pompeo di tengah pandemi Covid-19.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  12:04 WIB
Presiden Joko Widodo menerima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2020  -  Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menerima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis 29 Oktober 2020 - Biro Pers Sekretariat Presiden

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa selama pandemi Covid-19 Indonesia melakukan pertemuan bilateral paling sering dengan Amerika Serikat. Sepanjang tahun ini saling mengunjungi antara pejabat kedua negara cukup intensif.

“Selama pandemi ini saling kunjung antara pejabat kita cukup intensif, bahkan dapat saya sampaikan paling intensif,” kata Jokowi membuka pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (29/10/2020).

Jokowi juga mengapresiasi kunjungan Pompeo di tengah pandemi Covid-19. Seperti diketahui, baik Indonesia dan AS masih berupaya menanggulangi pandemi virus Corona (Covid-19).

“Kunjungan Anda di tengah pandemi ini menunjukan arti penting kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika,” kata Presiden Jokowi membuka diskusi.

Adapun, sebelum bertemu Presiden Jokowi Menlu AS Pompeo telah bertemu Menlu RI Retno LP Marsudi. Kedua menlu membahas penguatan kerja sama di tengah situasi yang penuh tantangan hingga perseteruan di Laut China Selatan.

Retno juga mengatakan bahwa kunjungan Pompeo di tengah pandemi menunjukan komitmen kuat hubungan kedua negara.

“AS adalah Mitra Strategis untuk Indonesia, kemitraan yang didasarkan pada banyak nilai bersama, seperti demokrasi, hak asasi manusia, mempromosikan toleransi dan keragaman, dan penghormatan terhadap aturan hukum. Ini adalah kemitraan yang sederajat, berdasarkan rasa saling menghormati dan saling menguntungkan,”kata Retno.

Sementara itu, terkait pertemuan kedua menlu, Retno mengatakan bahwa Indonesia dan AS sepakat meningkatkan kerja sama pada bidang kesehatan.

“Saya berterima kasih kepada Pemerintah AS atas kerja sama dengan Indonesia selama pandemi, termasuk melalui penyediaan 1.000 ventilator,” katanya.

Retno juga menegaskan pentingnya membangun ketahanan nasional dan regional. AS dapat memainkan peran utama dalam mendukung upaya tersebut.

Dalam hal ekonomi, Indonesia-AS sepakat memperkuat rantai pasokan global dan mempercepat pemulihan ekonomi. Retno menekankan pentingnya fasilitas GSP, karena tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia tapi juga bisnis di AS.

Masih terkait ekonomi, Retno juga mendorong AS untuk mempertebal investasi di Indonesia. Harapannya, aliran dana juga masuk ke proyek-proyek di pulau terluar Indonesia, seperti pulau Natuna.

Soal pendidikan, Retno mendorong finalisasi nota kesepahaman tentang pendidikan. “Saya mengangkat masalah visa pelajar Indonesia yang ditahan karena pandemi Covid-19,” katanya.

Pada aspek regional, Indonesia mengemukakan pentingnya penguatan multilateralisme yang membawa manfaat bagi semua negara. Indonesia pun berkomitmen untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Asean.

Terkait Laut China Selatan, Retno menyampaikan posisi Indonesia adalah menjaga wilayah perairan itu stabil dan damai. Hukum internasional khususnya UNCLOS 1982 harus dihormati dan dilaksanakan.

Adapun, pertemuan tersebut juga membahas soal Palestina dan Afghanistan. Retno menjelaskan isu Palestina sangat dekat dengan masyarakat Indonesia. Dalam hal itu, posisi Indonesia adalah memberikan solusi kepada dua negara yang terlibat.

Retno melanjutkan bahwa Indonesia mengapresiasi kepemimpinan AS yang membawa perdamaian di Afghanistan. Indonesia siap berkontribusi lebih, khususnya pada isu terkait pemberdayaan perempuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi menlu as Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top