Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Sebut Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri. Apa Motifnya?

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan bahwa tanda-tanda bukti di lapangan menunjukkan bahwa Yodi Prabowo bunuh diri
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 Juli 2020  |  13:31 WIB
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir To JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). - Antara
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir To JORR Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polda metro Jaya menyampaikan editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena bunuh diri dengan menggunakan pisau yang dibelinya sendiri.

Hal itu dijelaskan dalam acara jumpa pers dipimpin oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di Markas Polda Metro Jaya, Sabtu (25/7/2020).

Lantas apa sebenarnya motif bunuh diri itu menurut hasil pemeriksaan polisi?

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menjelaskan bahwa tanda-tanda bukti di lapangan menunjukkan bahwa Yodi Prabowo bunuh diri.

Polisu menduga ada motif yang memicu aksi tersebut. Polda Metro Jaya mengungkap dari transaksi keuangan yang bersangkutan sebelum meninggal dunia, yang diduga berkaitan dengan dugaan bunuh diri.

Diketahui, sebelumnya, dia pernah berkonsultasi ke RSCM paviliun Kencana untuk berkonsultasi dengan dokter kulit dan kelamin.

Dari hasil konsultasi tersebut, dia disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. "Salah satunya atas inisiatif yang bersangkutan sendiri untuk tes HIV. Tapi sebelum tes keluar yang bersangkutan sudah ditemukan tewas," demikian pernyataan yang disampaikan polda metro jaya.

Ade mengatakan apabila jika dari hal itu bisa berkaitan dengan penyebab bunuh diri, sangat mungkin. Karena bisa saja korban depresi dan kemudian akhirnya melakukan bunuh diri.

Polda Metro Jaya juga mengatakan ada satu kondisi dari yang bersangkutan yang tidak bisa diungkapkan.

Terkait soal perseteruan dengan kekasih dan teman dekatnya memang diakui ada oleh Polda Metro Jaya, namun mereka menyatakan hal tersebut sudah diselesaikan oleh ketiga pihak.

Meski telah menyatakan bahwa kematian diduga kuat akibat bunuh diri, Polda mengatakan masih membuka kemungkinan jika ada fakta atau laporan lain yang disampaikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polda metro jaya metro tv Yodi Prabowo
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top