Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda Metro Jaya Tolak Alat Bukti Baru dari Keluarga Yodi Prabowo, Ini Alasannya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa alat bukti yang dibawa pihak keluarga ke penyidik tidak bisa dijadikan petunjuk apapun, karena tidak masuk akal.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  12:18 WIB
Penyidik gabungan memeriksa ulang tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir jalan Tol JORR jalan Ulujami Raya, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2020). - Antara
Penyidik gabungan memeriksa ulang tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir jalan Tol JORR jalan Ulujami Raya, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya tolak alat bukti baru yang diberikan pihak keluarga terkait kasus bunuh diri editor Metro TV Yodi Prabowo.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan bahwa alat bukti yang dibawa pihak keluarga ke penyidik tidak bisa dijadikan petunjuk apapun, karena tidak masuk akal. Pasalnya, kata Tubagus, keluarga Yodi Prabowo membawa alat bukti yang akan dijadikan petunjuk oleh penyidik berasal dari dukun.

"Informasinya dari orang pinter, saya tidak percaya yang kayak gitu. Kalau dari dukun gimana saya menindaklanjutinya? informasinya harus mendasar, harus logis, bukan dari orang kesurupan," tuturnya, Senin (27/7/2020).

Tubagus menjelaskan bahwa pihak keluarga masih belum terima kematian Yodi Prabowo disebut oleh tim penyidik karena bunuh diri.

Menurutnya, pihak keluarga masih meyakini bahwa Yodi Prabowo telah dibunuh oleh seseorang.

 "Jadi pihak keluarga masih menginginkan kami untuk melanjutkan penyidikan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metro tv polda mtero jaya
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top