Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wacana Presiden 3 Periode, Jokowi : Ada yang Ingin Tampar Muka Saya

Presiden Jokowi mengatakan dirinya sejak awal mempertanyakan apakah amendemen itu bisa dibatasi hanya untuk haluan negara supaya tidak melebar ke urusan lain seperti pemilihan presiden.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  15:23 WIB
Presiden Joko Widodo . - Bisnis/Amanda K. Wardhani
Presiden Joko Widodo . - Bisnis/Amanda K. Wardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menanggapi wacana masa jabatan Presiden selama tiga periode yang mencuat seiring rencana amendemen Undang-undang Dasar 1945.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi dalam acara makan siang bersama wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Presiden Jokowi menyatakan isu tersebut sengaja dibuat untuk menjerumuskan dirinya.

"Kalau ada yang usulkan itu [Presiden tiga periode], ada tiga [maksud] menurut saya. Satu, ingin menampar muka saya. Kedua, ingin cari muka padahal saya sudah punya muka. Ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan dirinya sejak awal mempertanyakan apakah amendemen itu bisa dibatasi hanya untuk haluan negara supaya tidak melebar ke urusan lain seperti pemilihan presiden.

"Sekarang kenyataanya begitu kan, ada yang lari [mengusulkan] ke presiden dipilih MPR, ada yang lari Presiden tiga periode, ada yang lari Presiden satu kali [periode] tapi 8 tahun, kan kemana-mana seperti yang saya sampaikan. Jadi lebih baik enggak usah amendemen," kata Jokowi.

Menurutnya, daripada mengusulkan mengenai hal tersebut, lebih baik berkonsentrasi mengenai berbagai tekanan eksternal yang menekan Indonesia pada saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi uud 1945 amendemen
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top