Disomasi Polisi, Ananda Badudu: Saya Tak akan Lari

Musisi dan aktivis penggalang dana untuk aksi mahasiswa Ananda Badudu memastikan siap memenuhi panggilan polisi.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  08:20 WIB
Disomasi Polisi, Ananda Badudu: Saya Tak akan Lari
Aktivis dan musisi Ananda Badudu. JIBI/Bisnis - Feni Freycinetia

Bisnis.com, JAKARTA - Musisi dan aktivis penggalang dana untuk aksi mahasiswa Ananda Badudu memastikan siap memenuhi panggilan polisi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ananda setelah Polda Metro Jaya melayangkan somasi atas pernyataannya terkait sikap polisi terhadap mahasiswa peserta demo yang ditahan beberapa waktu lalu.

"Saya baru tahu kalau disomasi oleh Polda. Saya menghargai kepolisian dengan adanya somasi ini. Saya tidak akan kabur atau lari saat dipanggil," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Selasa malam (1/10/2019).

Mantan jurnalis tersebut mengaku siap datang dan dimintai keterangan oleh Polda Metro Jaya. Meski demikian, cucu pakar bahasa Indonesia JS Badudu tersebut sudah menyiapkan tim hukum untuk berhadapan dengan polisi.

Ananda Badudu menyebut dirinya belum membaca secara detail somasi dari polisi. Menurutnya, somasi tersebut dilayangkan terkait ucapannya pasca-penangkapan pada Jumat (27/9/2019).

Dalam keterangan kepada pers seusai keluar dari Polda Metro Jaya,  Ananda mengungkapkan ada mahasiswa yang mendapat perlakuan tidak adil dari kepolisian.

"Pokoknya kalau Polda butuh, saya siap datang. Saya mendukung Polri menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Saya siap hadapi somasi," ucap mantan personel Banda Neira tersebut.

Ananda ditangkap aparat Polda Metro Jaya pada Jumat (27/9/2019) pada pukul 05.00 WIB.

"Saya dijemput Polda karena mentransfer sejumlah dana kepada mahasiswa," katanya seperti dikutip dari cuitan Twitter akun @AnandaBadudu, Jumat (27/9/2019).

Setelah ciutan tersebut, dia juga mengunggah foto petugas kepolisian yang mendatangi kediamannya dengan membawa surat berwarna kuning. Surat tersebut berisi perintah penangkapan Ananda Badudu resmi dari polisi.

Seperti diketahui, Ananda Badudu menginisiasi kegiatan crowdfunding melalui situs kitabisa.com dengan judul "Dukung Aksi Mahasiswa di Gedung DPR 23-24 September".

Dia mengajak masyarakat untuk berkontribusi mendukung aksi mahasiswa lewat donasi dana yang akan digunakan untuk makanan-minuman, alat medis, bahkan sound system dan mobil komando.

Thread crowdfunding tersebut menjadi viral di media sosial. Dari target hanya Rp50 juta, Ananda berhasil mengumpulkan dana Rp175 juta untuk didistribusikan untuk aksi serta menolong mahasiswa yang luka-luka akibat tindakan represif polisi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polisi, demo, polda metro jaya

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top