Kisah Korban Penembakan di Papua Pura-pura Mati untuk Bertahan Hidup

Sebanyak empat orang sandera Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua berhasil selamat, satu di antaranya yang berinisial JA mengungkapkan kisahnya agar bisa selamat.
Muhammad Ridwan | 05 Desember 2018 12:21 WIB
Keluarga korban penembakan menunggu kabar di Wamena, Papua, Selasa (4/12/2018). Sebanyak 31 karyawan PT Istika Karya diduga tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua pada 2 Desember lalu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA  — Sebanyak empat orang sandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua berhasil selamat.  Seorang di antaranya yang berinisial JA mengungkapkan kisahnya agar bisa selamat.

Pada Minggu (2/12/2018) seluruh pekerja dibawa oleh KKB menuju bukit Puncak Kabo, di tengah jalan, sebagian pekerja ditembaki secara oleh KKB dan  ditinggal pergi melanjutkan perjalan ke bukit Puncak Kabo.

 Sebagian pekerja langsung tewas dan di tempat, dan 11 orang di antaranya terkapar di tanah berpura-pura mati dan setelahnya berusaha bangkit melarikan diri. Nahas, 5 orang bernasib malang, mereka terlihat oleh KKB yang langsung mengejar dan langsung mengeksekusi.

“Enam orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah, 2 orang di antaranya belum ditemukan, sedangkan 4 orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menceritakan kesaksian korban dalam keterangan resmi yang dihimpun, Rabu (5/12/2018).

Aidi menambahkan, menurut keterangan JA, jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit Puncak Kabo adalah 19 orang. Sementara itu, pada Selasa (4/12/2018),  pukul 07.00 WIT, satgas gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban setelah sebelumnya melakukan baku tembak dengan KKB yang harus membuat salah satu petugas gugur.

 “Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah pos, sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet atas nama Serda Handoko membuka jendela sehingga tertembak dan gugur,” tutur Aidi.

Tag : papua, penembakan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top