Andika Perkasa Jadi KSAD, Lompat Angkatan Dinilai Biasa

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menilai tidak ada masalah dengan penunjukan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) yang melompati para senior di TNI AD.
John Andhi Oktaveri | 22 November 2018 20:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memasangkan tanda pangkat jabatan kepundak Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa (kiri) seusai pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/11/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menilai tidak ada masalah dengan penunjukan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) yang melompati para senior di TNI AD.

Andika yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1987. Dia menggantikan Jenderal Mulyono, Akmil 1983, yang akan pensiun pada Januari 2019 mendatang.

"Itu kan berdasarkan keputusan presiden, yang pasti dia sudah bintang 3, syarat-syarat terpenuhi, ya enggak ada masalah," kata Kharis kepada wartawan, Kamis (22/11/2018).

Ketua DPP PKS daerah pemilihan Jawa Tengah itu menilai penunjukan Andika Perkasa sebagai KSAD yang melompati banyak angkatan tidak relevan dihembuskan. Dia mencontohkan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang juga melewati beberapa angkatan di atasnya.

"Waktu Panglima TNI juga melangkahi berapa angkatan juga kan," ujarnya mengomentari kenaikan pangkat menantu Jendereal (Purn) AM Hendro Priyono tersebut.

Selain Andika Perkasa, ada dua nama lagi yang sempat digadang-gadang akan menjadi KSAD, yaitu Letnan Jenderal Doni Monardo (Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional) angkatan 1985 dan Letnan Jenderal Tatang Sulaiman (Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat) angkatan 1986.

Presiden Joko Widodo melantik Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Andika pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada 2014 atau ketika Jokowi baru menjabat sebagai Presiden. Selain Komandan Paspampres, Andika pernah menjabat sejumlah jabatan tinggi militer lainnya.

Jabatan terakhir Andika adalah Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Andika menggantikan posisi Jenderal TNI Mulyono yang akan pensiun.

Seperti diketahui, Andika Perkasa adalah menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono.

Hendropriyono adalah politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang juga merupakan partai pendukung pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Tag : jokowi, ksad, hendropriyono
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top