Jamal Khashoggi Ancaman Bagi Keluarga Salman di Arab Saudi?

Salah satu motif di balik penghilangan Khashoggi, menurut pengamat, adalah anggapan bahwa Khashoggi merupakan ancaman bagi keluarga Salman. 
Newswire | 19 Oktober 2018 17:17 WIB
Pengunjuk rasa membawa poster Jamal Khashoggi: Ancaman bagi keluarga Salman? - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Hingga kini nasib jurnalis Jamal Khashoggi masih belum jelas benar. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump condong pada anggapan bahwa Khashoggi telah tewas.

Salah satu motif di balik penghilangan Khashoggi, menurut pengamat, adalah anggapan bahwa Khashoggi merupakan ancaman bagi keluarga Salman. 

Pihak Saudi, terutama yang dekat dengan putra mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman, dinilai sebagai kelompok yang berada di belakang lenyapnya Khashoggi.

Di sisi lain, pengamat masalah Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, mengatakan tragedi hilangnya wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi mencoreng reputasi kerajaan Saudi di tingkat internasional.

"Dapat dipastikan bahwa kerajaan Arab Saudi bertanggung jawab atas kematian Jamal Khashoggi," ujar Yon Machmudi saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Yon menganggap Saudi bertanggung jawab atas dugaan bahwa Khashoggi hilang saat berada di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Khashoggi adalah wartawan Saudi yang dikenal sangat kritis terhadap kerajaan.

Dia melarikan diri tahun lalu dari Saudi, dikabarkan guna menyelamatkan diri dan menghindari penangkapan oleh pihak keamanan kerajaan.

Kritik-kritiknya disebut-sebut banyak menyudutkan pihak istana dan keluarga kerajaan, terutama menyangkut Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman.

Yon menilai bahwa Khashoggi bukan figur yang disukai keluarga Raja Salman.  "Khashoggi dianggap menjadi ancaman bagi konsolidasi kekuasaan klan Salman," kata Yon.

Akhir-akhir ini, lanjut dia, penangkapan terhadap figur-figur yang kritis terhadap kerajaan kerap terjadi.

Hilangnya Khashoggi perlu diselidiki secara tuntas, ujarnya, apakah itu merupakan perintah resmi kerajaan atau karena kesalahan yang dilakukan para intelijen yang ditugaskan menangkapnya.

Kerajaan Saudi belakangan sudah meninggalkan cara-cara kekerasan yang cenderung melanggar hak asasi manusia dalam menangkap dan menghukum lawan-lawan politiknya.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa pihak berwenang di Turki meyakini bahwa Khashoggi, yang hilang setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul, dibunuh di dalam gedung perwakilan tersebut, kata dua sumber Turki pada Sabtu lalu.

"Penilaian awal kepolisian Turki ialah bahwa Khashoggi dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Kami yakin pembunuhan tersebut direncanakan dan jasadnya dibawa keluar konsulat itu," kata salah seorang dari dua pejabat Turki tersebut kepada Reuters.

Sumber Turki itu tidak mengatakan bagaimana mereka sampai pada keyakinan bahwa Khashoggi dibunuh.

Lantas seberapa besar potensi Khashoggi menjadi ancaman bagi trah Salman di Arab Saudi? Sejauh ini belum terungkap gambaran konkretnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internasional, wartawan dibunuh, Jamal Khashoggi

Sumber : Antara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top