Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Trump Desak Turki Berikan Rekaman Dugaan Pembunuhan Khashoggi

Presiden AS, Donald Trump mendesak Turki memberikan rekaman interogasi jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi, di gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul sebelum menghilang pada awal Oktober lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Oktober 2018  |  13:48 WIB
Trump Desak Turki Berikan Rekaman Dugaan Pembunuhan Khashoggi
Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Middle East Monitor di London, Inggris 29 September 2018. Foto: Reuters - Middle East Monitor
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS, Donald Trump mendesak Turki memberikan rekaman interogasi jurnalis Washington Post, Jamal Khashoggi, di gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul sebelum menghilang pada awal Oktober lalu.

"Kami sudah memintanya jika memang benar ada. Saya belum yakin rekaman itu ada. Mungkin ada," ujar Trump, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (18/10/2018)

Permintaan tersebut disampaikan setelah sejumlah pemberitaan media Turki menjabarkan berbagai detail penyelidikan aparat yang menemukan fakta bahwa Khashoggi tewas ketika diinterogasi di konsulat Saudi. Pemberitaan kian luas setelah kepolisian Turki melakukan pemeriksaan di gedung konsulat untuk mencari jejak jurnalis pengkritik pemerintah Saudi tersebut.

Dalam pemeriksaan selama delapan jam itu, kepolisian Turki mengumpulkan sejumlah sampel, termasuk tanah di taman gedung konsulat hingga DNA.

Erdogan menaruh kecurigaan karena kepolisian menemukan sejumlah bukti pada beberapa material seperti baru saja dicat ulang.

Media pro-pemerintah Turki, Yeni Safak, pun mulai melaporkan rekaman suara ketika Khashoggi diinterogasi oleh Konsul Jenderal Saudi di Istanbul, Mohammed al-Otaibi.

Pada salah satu rekaman, Khashoggi terdengar seperti sedang disiksa, jarinya dipotong kemudian kepalanya dipenggal.

Di salah satu rekaman, terdengar seseorang tak dikenal berkata kepada Otaibi, "Jika Anda ingin hidup ketika kembali ke Arab Saudi, diamlah!"

Lebih jauh, kepolisian dilaporkan sudah mengidentifikasi lima tersangka kasus Khashoggi, salah satunya memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman.

Trump sendiri mengaku sudah berkomunikasi dengan Mohamad dan menekankan bahwa sang putra mahkota mengaku tak mengetahui apa pun terkait kasus Khashoggi.

Dia meminta publik menerapkan asas praduga tak bersalah atas Saudi terkait kasus Khashoggi ini. Sikap Trump itu menimbulkan asumsi bahwa sang presiden melindungi Saudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump wartawan dibunuh Jamal Khashoggi
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top