Halau Imigran Ilegal, AS Bakal Kembali Perketat Pengawasan di Perbatasan

Presiden AS Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan beberapa opsi untuk memperketat pengawasan di perbatasan.
Annisa Margrit | 14 Oktober 2018 09:55 WIB
Anak-anak imigran, kebanyakan dipisahkan dari orang tuanya di perbatasan AS di bawah kebijakan tanpa toleransi yang diterapkan Pemerintah AS, ditampung di tenda-tenda dekat perbatasan dengan Meksiko di Tornillo, Texas, AS, Senin (18/6). - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan beberapa opsi untuk memperketat pengawasan di perbatasan.
 
Dia menuturkan pemisahan keluarga imigran di perbatasan bisa menekan angka masuknya imigran ilegal ke negara itu. 
 
Meski Trump sudah mencabut kebijakan pemisahan anak-anak imigran dengan orang tuanya di perbatasan dengan Meksiko, tapi banyak pejabat pemerintah yang menilai hal itu diperlukan untuk menjaga keamanan dan menghalau imigran ilegal.
 
"Jika mereka merasa akan dipisahkan, maka mereka tidak akan datang," ujarnya seperti dilansir Reuters, Minggu (14/10/2018).
 
Kebijakan itu dikenal sebagai "zero tolerance" alias kebijakan nol toleransi. Kebijakan ini mendapat banyak tekanan, termasuk dari dunia internasional, karena mengorbankan anak-anak--yang usianya mulai dari belasan tahun hingga batita.
 
Trump mengklaim, tanpa bukti yang jelas, bahwa banyak imigran menggunakan anak-anak untuk masuk ke AS. 
 
"Kami tengah melihat banyak hal yang bisa dilakukan terkait imigran ilegal. Kami akan melakukan apapun yang diperlukan untuk memperlambatnya," lanjutnya.
 
Kongres AS pun diminta untuk meloloskan UU Imigrasi secepatnya. 
 
Secara terpisah, Juru Bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Katie Waldman mengungkapkan ada kenaikan jumlah imigran ilegal dewasa yang membawa anak-anak. 
 
"Kami akan terus menegakkan hukum secara manusiawi dan melanjutkan mencari opsi untuk mengamankan perbatasan," tuturnya. 

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, kebijakan imigrasi trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top