Projo Sebut Hanya Perlu Tiga Alasan Mendukung Jokowi

Jelang pemilihan presiden tahun depan, kedua pasang kandidat capres cawapres memaparkan visi misi dan berbagai program kerja bila terpilih sebagai pemimpin Indonesia lima tahun mendatang. Selain tim kampanye, jaringan relawan pendukung capres juga terus melakukan sosialisasi berbagai program dan keunggulan pasangan yang diusungnya.
Arif Gunawan | 10 Oktober 2018 17:45 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin sebelum memimpin rapat pleno Komite Nasional Keuangan Syariah di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/2). - ANTARA/Puspa Perwitasari

 Bisnis.com, PEKANBARU -- Jelang pemilihan presiden tahun depan, kedua pasang kandidat capres cawapres memaparkan visi misi dan berbagai program kerja bila terpilih sebagai pemimpin Indonesia lima tahun mendatang. Selain tim kampanye, jaringan relawan pendukung capres juga terus melakukan sosialisasi berbagai program dan keunggulan pasangan yang diusungnya.

 Ketua Umum Pro Jokowi Budi Arie Setiadi mengatakan hanya butuh tiga alasan untuk mendukung kelanjutan kepemimpinan Jokowi kedepan.
 
"Tidak butuh beribu alasan, hanya tiga saja dan ini yang utama, pertama Jokowi bekerja sepenuh hati untuk rakyat, kedua Jokowi tidak melakukan KKN, dan ketiga Jokowi tidak membangun dinasti politik maupun dinasti ekonomi. Anaknya hanya jual martabak," katanya di depan ratusan peserta deklarasi mendukung Jokowi- Ma'ruf, Rabu (10/10/2018).
 
 Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan capres cawapres Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin Provinsi Riau menargetkan raihan suara sebesar 60% pada pilpres 2019 mendatang.
 
Ketua TKD Riau Idris Laena mengatakan target yang ditetapkan itu merupakan angka minimal, karena saat ini dengan dukungan semua kepala daerah pihaknya yakin hasil suara yang didapatkan pasangan petahana akan lebih besar.
 
"Target kami sebenarnya mendapatkan suara minimal 60% untuk Jokowi - Ma'ruf, tapi dengan adanya dukungan ini kami yakin suara lebih lah ya," katanya.
 
Dukungan yang dimaksud Idris Laena yaitu deklarasi relawan Pro Jokowi dan disertai penandatanganan dukungan oleh semua kepala daerah di Provinsi Riau termasuk kabupaten dan kota.
 
Adapun data KPU Riau menunjukkan jumlah DPT daerah itu pada pilkada Riau Juni 2018 mencapai 3,62 juta pemilih. Sedangkan pada 2014 lalu di Provinsi Riau, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapatkan suara sebesar 49,88% atau kalah tipis dari pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. 

Tag : jokowi, riau, Pilpres 2019
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top