Theresa May Dinilai Dapat Pertahankan Proposal Brexitnya

Tampaknya PM Inggris Theresa May tetap dapat mempertahankan proposal Brexit-nya. Dia pun akan bergantung kepada partai oposisi untuk meminta bantuan di Parlemen dan untuk menghadapi kekacauan di dalam kabinetnya
Dwi Nicken Tari | 10 Juli 2018 10:04 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May - Reuters/Stefan Wermuth

Kabar24.com, JAKARTA – Tampaknya PM Inggris Theresa May tetap dapat mempertahankan proposal Brexit-nya. Dia pun akan bergantung kepada partai oposisi untuk meminta bantuan di Parlemen dan untuk menghadapi kekacauan di dalam kabinetnya.

Terlepas dari pengunduran dua orang menteri seniornya dalam satu hari—yang belum pernah terjadi beberapa dekade terakhir—sebagian besar anggota Partai Konservatif tetap puas pada Senin (9/7) sore dengan proposal yang akan membuat Inggris tetap dekat dengan perdagangan dan regulasi Uni Eropa.

Adapun sejumlah pembuat kebijakan yang mendukung perpisahan seutuhnya dari UE menyatakan, mereka telah mengajukan surat secara pribadi untuk mengadakan pemungutan suara terkait kepercayaan (Confidence Vote) kepada May.

Namun, mereka tidak mencapai 48 suara yang dibutuhkan untuk mengadakan pemungutan suara tersebut. Jikalau pemungutan suara itu dilakukan, sejatinya May tidak akan terpengaruh lagi karena telah mendapatkan cukup dukungan untuk strategi Brexit.

“May berjualan untuk keselamatannya,” kata Mujtaba Rahman, Direktur Pelaksana di Eurasia Group, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (10/7/2018).

Dia memberikan peluang diadakannya Confidence Vote  adaah sebesar 75%, sementara peluang May memenangkan pungutan suara itu adalah 60%.

“[Di bawah aturan Partai Konservatif] Confidence Vote tidak dapat diulang dalam 12 bulan ke depan, jadi jika dia selamat sekarang, maka dia akan memiliki ruang untuk menyempurnakan perundingan Brexit,” ungkap Rahman.

Adapun, pound sterling tetap melanjutkan pelemahannya di tengah-tengah kekhawatiran perngunduran diri sejumlah pejabat dan kemungkinan diadakanConfidence Vote. Pound hanya bergerak tipis menjadi 1,3254 di hadapan dolar AS pada 8.05 pagi waktu Singapura. Pada hari sebelumnya, pound telah melemah hinga 0,7%. 

Tag : Brexit, Theresa May
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top