Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Boris Johnson Akan Pimpin Inggris Keluar dari Uni Eropa

Boris Johnson berjanji untuk memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa dengan atau tanpa kesepakatan pada akhir Oktober setelah dirinya terpiih jadi ketua Partai Konservatif kemarin dan siap menggantikan Perdana Menteri Theresa May.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  07:19 WIB
Boris Johnson, pemimpin Partai Konservatif Inggris, meninggalkan suatu resepsi pribadi di London 23 Juli 2019. - Reuters
Boris Johnson, pemimpin Partai Konservatif Inggris, meninggalkan suatu resepsi pribadi di London 23 Juli 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Boris Johnson berjanji untuk memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa dengan atau tanpa kesepakatan pada akhir Oktober setelah dirinya terpiih jadi ketua Partai Konservatif kemarin dan siap menggantikan Perdana Menteri Theresa May.

Kemenangannya yang meyakinkan kian mengarahkan Inggris menuju pertikaian dengan Uni Eropa selain akan menciptakan krisis konstitusional di dalam negeri. Pasalnya, anggota parlemen Inggris telah bersumpah untuk menjatuhkan pemerintah yang mencoba meninggalkan blok itu tanpa kesepakatan pemisahan diri dari Uni Eropa.

Johnson, tokoh referendum Brexit 2016, memenangkan 92.000 suara anggota Partai Konservatif atau hampir dua kali lebih banyak dari saingannya, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt.

Dia akan meninggalkan kantornya pada hari ini dan pergi ke Istana Buckingham untuk menemui Ratu Elizabeth yang akan secara resmi menunjuk Johnson sebagai pengganti May.

“Kami akan menyelesaikan Brexit pada 31 Oktober dan kami akan mengambil keuntungan dari semua peluang yang akan membawa semangat baru semua bisa dilakukan,” kata Johnson seperti dikutip Reuters, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya Uni Eroa memperingatkan Johnson bahwa mereka tidak akan mengubah persyaratan bagi Inggis untuk keluar (Brexit) dari persatuan negara Eropa itu .

"Seperti raksasa yang tertidur, kita akan bangkit dan menyingkirkan keraguan dan ketidakpercayaan diri," ujar politisi berusia 55 tahun tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan ucapan selamat kepada Johnson dengan mengatakan dia tokoh yang hebat.

“Orang yang benar-benar baik akan menjadi perdana menteri Inggris sekarang, Boris Johnson. Pria yang baik. Dia tangguh dan pintar. Mereka memanggilnya Britain Trump,” ujar Presiden AS itu.

Dia menambahkan bahwa pemimpin Partai Brexit, Nigel Farage akan bekerja dengan baik membantu Johnson.

Pendukung Brexit akan memimpin pemerintahan untuk pertama kalinya sejak Inggris memilih keluar diri Uni Eropa dengan selisih pendukung 52 persen berbanding 48 persen pada Juni 2016.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Boris Johnson Theresa May uni eropa
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top