Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Boris Johnson Mundur dari Kandidat PM Inggris, Rishi Sunak Jadi Calon Kuat

Boris Johnson mengundurkan dirinya sebagai kandidat Perdana Menteri (PM) Inggris, pada Minggu (23/10/2022).
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  06:36 WIB
Boris Johnson Mundur dari Kandidat PM Inggris, Rishi Sunak Jadi Calon Kuat
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjalan usai memberikan pernyataan pers di halaman kantornya di Jalan Downing Nomor 10, London, Inggris, Kamis (7/7/2022). Boris Johnson menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris, menyusul desakan dan seruan dari rekan-rekan menteri dan anggota parlemen di Partai Konservatifnya, seperti yang dilansir Kantor Berita Reuters Kamis (7/7) waktu setempat. - Antara/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Boris Johnson mengundurkan dirinya sebagai kandidat Perdana Menteri (PM) Inggris, pada Minggu (23/10/2022). 

Pada awalnya, Rishi Sunak mencalonkan diri sebagai PM Inggris, karena Boris Johnson telah dinyatakan bisa bergabung dalam kontes pemilihan mendatang.

Akan tetapi, Boris Johnson memutuskan untuk mengundurkan diri. Hal ini akan membuka jalan bagi Rishi Sunak untuk menjadi PM Inggris.

Boris Johnson mengatakan, meski memiliki cukup dukungan untuk pemungutan suara, ia menyadari bahwa negaranya dan Partai Konservatif membutuhkan persatuan.

Sebelumnya, Johnson telah kembali dari liburan di Karibia dan mencoba mendapatkan dukungan dari 100 anggota parlemen untuk memasuki pemungutan suara pada Senin (24/10/2022).

Adapun Johnson akhirnya mendapatkan dukungan dari 102 anggota parlemen, tetapi dia gagal membujuk Sunak, atau pesaing lainnya Penny Mordaunt, untuk bersatu dalam kepentingan nasional.

"Oleh karena itu saya khawatir hal terbaik adalah saya tidak melanjutkan pencalonan saya dan mendukung siapa pun yang berhasil," kata Johnson.

"Saya yakin saya memiliki banyak hal untuk ditawarkan tetapi saya khawatir ini bukan waktu yang tepat," lanjutnya, seperti dilansir Channel News Asia.

Adapun menurut aturan, jika hanya terdapat satu kandidat dan telah mendapatkan dukungan dari 100 anggota parlemen Konservatif, maka akan diangkat menjadi PM Inggris, pada Senin (24/10/2022).

Sementara itu, jika ada dua kandidat, maka akan maju ke pemungutan suara keanggotaan partai, dengan pemenang yang akan diumumkan pada Jumat (28/10/2022).

Hal ini akan menimbulkan kekhawatiran, bahwa Johnson akan kembali ke Downing Street dengan dukungan anggota partai dan bukan mayoritas anggota di parlemen. 

BBC telah mengungkap bahwa hingga saat ini, Sunak telah mendapatkan dukungan dari hampir 150 anggota parlemen.

Seorang pendukung Sunak mengungkap reaksinya yang telah merasa lega, karena jika Johnson menang menurutnya partai akan pecah.

Anggota parlemen Konservatif lainnya, yaitu Lucy Allan turut mengungkapkan pendapatnya melalui akun Twitter miliknya.

"Saya mendukung Boris untuk PM, tapi saya pikir dia telah melakukan hal yang benar untuk negara," kata Lucy Allan.

Perlu diketahui, Sunak merupakan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Inggris berusia 42 tahun. Dia sebelumnya mengonfirmasi akan mengikuti pemungutan suara dan berjanji untuk mengatasi krisis ekonomi negaranya.

"Saya ingin memperbaiki ekonomi kita, menyatukan partai kita dan mewujudkan negara kita," kata Sunak.

Rishi Sunak sebelumnya juga menjadi pesaing utama Liz Truss untuk menjadi PM Inggris menggantikan Boris Johnson yang mundur pada Juli lalu. Apabila Sunak terpilih, maka dia akan menjadi PM Inggris pertama keturunan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Boris Johnson inggris pm inggris Rishi Sunak
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top