Presiden Joko Widodo : Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Indonesia menegaskan bahwa Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina. Hal itu menjadi bagian dari enam poin penting yang disampaikan Pemerintah Indonesia dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  14:43 WIB
Presiden Joko Widodo : Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina
Suasana di Dome of the Rock dan Kota Lama Yerusalem pada 4 December 2017. - REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menegaskan bahwa Yerusalem Timur adalah ibu kota Palestina. Hal itu menjadi bagian dari enam poin penting yang disampaikan Pemerintah Indonesia dalam KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam.

"OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral tersebut dan Two State Solution adalah satu-satunya solusi, dengan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina," kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Presiden tiba di Jakarta pada Kamis (14/12/2017) siang usai menghadiri KTT LB OKI yang diselenggarakan di Istanbul, Turki.

Kepala Negara menyampaikan Indonesia juga mengajak semua negara yang memiliki kedutaan besar di Tel Aviv untuk tidak mengikuti langkah Amerika Serikat memindahkan perwakilannya ke Yerusalem.

"Yang ketiga, negara OKI dapat menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina untuk segera melakukan," tambah Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan sejumlah negara yang memiliki hubungan dengan Israel diimbau untuk mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk peninjauan kembali hubungan itu.

Negara-negara anggota OKI diharapkan Presiden meningkatkan bantuan kemanusiaan, peningkatan kapasitas SDM dan kerja sama ekonomi dengan Palestina.

"OKI harus mampu menjadi motor bagi gerakan di berbagai forum internasional dan multilateral," tegas Jokowi.

Hal itu dapat dilakukan dengan mendorong resolusi penolakan di Majelis Umum PBB terhadap keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Di Dewan Keamanan PBB, sejumlah negara OKI juga harus dapat memastikan adanya pertemuan Open Debate mengenai situasi di Palestina.

"Anggota OKI harus mendukung setiap pencalonan Palestina dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional, dan negara OKI harus memulai lobi dukungan kepada negara-negara gerakan non-blok," jelas Jokowi.

Selain itu, terdapat tiga hasil KTT LB OKI yaitu menghasilkan Resolusi OKI mengenai Al Aqsa, menghasilkan Komunike Final OKI, dan menghasilkan Deklarasi Istanbul.

Dalam pidatonya di KTT LB OKI, Presiden Jokowi mengatakan dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina akan terus meningkat, seperti dukungan politik, ekonomi, hingga kebijakan luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Presiden Joko Widodo, Yerusalem

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top