Skandal Pemilu AS: Anak Trump Bersaksi Selama 9 Jam

Anak tertua Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjalani pemeriksaan di Komite Intelijen Senat AS, Rabu (13/12/2017), terkait penyelidikan atas dugaan campur tangan Rusia pada Pemilu AS 2016.
Saeno | 14 Desember 2017 10:23 WIB
Donald Trump mencium Donald Trump Jr. saat kampanye Pilpres di Regents University, Virginia Beach, Virginia (24/2/2016). - Reuters/Joshua Roberts

Kabar24.com, WASHINGTON - Anak tertua Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjalani pemeriksaan di Komite Intelijen Senat AS, Rabu (13/12/2017), terkait penyelidikan atas dugaan campur tangan Rusia pada Pemilu AS 2016.

Donald Trump Jr. diperiksa Panel Komite untuk menjelaskan kebenaran dugaan bahwa kampanye pemilihan ayahnya didukung Moskow.

Trump Jr. tiba di gedung Senat beberapa saat setelah waktu menunjukkan jam 10 pagi. Petugas kepolisian sempat berupaya agar wartawan tidak mengetahui kedatangannya. Namun, Trump Jr. diketahui wartawan saat bergegas menuju ruangan yang digunakan panitia untuk pemeriksaan yang berlangsung secara tertutup itu.

Dia bersaksi selama sembilan jam, ujar seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

Badan intelijen AS mengatakan setelah kemenangan Trump dalam pemilihan presiden November 2016, mereka menyimpulkan bahwa Rusia berusaha mempengaruhi proses kampanye untuk meningkatkan peluang Trump mengalahkan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, penantangnya dari Partai Demokrat.

Moskow menolak tuduhan tersebut dan Trump menolak dugaan soal kemungkinan adanya kolusi tersebut..

Komite Senat sedang melakukan penyelidikan terkait kasus itu. Richard Burr, ketua panel, mengatakan kepada wartawan, Selasa, penyelidikan diperkirakan  akan berlangsung hingga 2018, namun kemungkinan tidak akan berlangsung berbulan-bulan.

Penasihat Khusus Departemen Kehakiman Robert Mueller juga menyelidiki masalah ini.

Trump Jr telah memberi kesaksian ke Komite Intelijen DPR pada minggu lalu.

Anggota parlemen tertarik untuk berbicara dengannya tentang pertemuan dengan seorang pengacara Rusia pada bulan Juni 2016 di Trump Tower, New York. Ia berharap mendapatkan informasi tentang "kebugaran, karakter dan kualifikasi" Clinton.

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, Donald Trump
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top