Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Rakyat Palestina Teruskan Protes

Di seluruh Tepi Barat Sungai Jordan ratusan orang Palestina ikut dalam protes pada Sabtu (9/12) meski jumlahnya turun dibanding ribuan pengunjuk rasa pada Jumat, kata militer Israel.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Desember 2017  |  08:08 WIB
Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Rakyat Palestina Teruskan Protes
Suasana di Dome of the Rock dan Kota Lama Yerusalem pada 4 December 2017. - REUTERS/Ronen Zvulun

Kabar24.com, YERUSALEM - Aksi unjuk rasa menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus bergulir.

Di seluruh Tepi Barat Sungai Jordan ratusan orang Palestina ikut dalam protes pada Sabtu (9/12) meski jumlahnya turun dibanding ribuan pengunjuk rasa pada Jumat, kata militer Israel.

Sebanyak 600 demonstran Palestina di 20 titik di Tepi Barat melemparkan bom bensin dan batu ke arah tentara Israel, dan membakar ban serta menggulingkannya ke arah tentara Israel.

Tentara Israel menanggapi dengan menggunakan gas air mata, granat kejut dan "peluru karet", kata militer Israel di dalam satu pernyataan.

Enam orang Palestina ditangkap di Tepi Barat, dan enam orang lagi menderita luka ringan dalam bentrokan dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Di Yerusalem Timur, polisi Israel mengatakan empat prajurit cedera ringan selama bentrokan, dan sedikitnya 13 orang Palestina ditangkap karena melempar batu dan benda lain ke petugas.

Di Jalur Gaza, sebanyak 450 orang Palestina berkumpul dan melancarkan protes di delapan lokasi di sepanjang pagar keamanan dengan Israel, kata militer.

Di Israel Utara, pemrotes Arab di Daerah Wadi Ara melemparkan batu ke bus yang melakukan perjalanan di dekat Kota Kecil Ar'Ara, dan membuat pengemudi serta dua penumpang bus luka ringan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Minggu (10/12/2017) pagi. Polisi menyatakan mereka menangkap dua orang di kota kecil tersebut karena membuat kerusuhan.

Di Israel selatan, sebanyak 100 orang melancarkan protes di Kota Kecil Badui, Rahat.

Masih pada hari yang sama, seorang jenderal senior Pasukan Pertahanan Israel memperingatkan penembakan roket lagi dari Jalur Gaza ke arah Israel akan dihadapi dengan "reaksi keras dan menyakitkan".

Kelompok "yang tak bertanggung-jawab" berusaha "meningkatkan ketegangan" dengan Isrel, dan mereka akan menjadi pihak yang berakhir dengan membayar harga mahal, tulis May. Jend. Yoav Mordechai, penghubung militer dengan Palestina, di laman Facebook dalam Bahasa Arab.

Sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan ke masyarakat di Israel Selatan pada Jumat, pesawat Israel menyerang empat instalasi milik HAMAS di Jalur Gaza, kata satu pernyataan dari IDF pada Sabtu pagi.

Keempat instalasi itu adalah dua lokasi pembuatan senjata, satu gudang senjata dan satu kompleks militer, kata militer Israel.

Rakyat Palestina menyerukan "hari-hari kemarahan" pada Jumat dan Sabtu dan protes diselenggarakan di sebagian besar dunia Muslim serta di beberapa ibu kota negara Eropa guna menentang pengakuan AS mengenai Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, Yerusalem

Sumber : Antara/Xinhua-OANA

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup