Pembebasan Penyanderaan 1.300 Warga di Papua, Pos Palapa Ditembaki

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menembak Pos Palapa 239 dan satu unit mobil milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua.
Martin Sihombing | 17 November 2017 19:38 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, TIMIKA -  Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menembak Pos Palapa 239 dan satu unit mobil milik PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Mimika, Papua.

SIMAK: 

Kabid Humas di Timika, Jumat (17/11/2017) mengatakan penembakan tersebut terjadi pada Kamis (16/11) di dua tempat yang berbeda di area konsesi PT Freeport Indonesia pada waktu yang berdekatan.

Penembakan pertama terjadi sekitar pukul 15.08 WIT terhadap pos Palapa 239. Penembakan tersebut terjadi di belakang pos dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, tak lama berselang sekitar pukul 15.45 WIT terjadi lagi penembakan. Kali ini KKB menyasar satu unit mobil LWB milik PT Freeport Indonesia dengan nomor lambung 014726.

Sebelumnya, mobil milik PT. Freeport dengan nomor lambung 014726 melakukan patroli dari arah mile 68 dengan tujuan mile 66. Setelah melintas di tikungan mile 67, mobil tersebut ditembaki dari arah sebelah kanan jalan sebanyak lima kali.

SIMAK

Tembakan tersebut mengenai kaca tengah dan tembus ke sebelah kiri mobil yang saat itu berisi empat orang salah satunya adalah karyawan warga negara asing.

Keempat penumpang tersebut antara lain Braet yang merupakan warga negara asing, sopir Soni Manurung dan dua anggota Brimob yang merupakan tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Objek Vital Nasional atas nama Bripda Faruk dan Bripda Raditia.

Penembakan satu unit kendaraan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Semua penumpang termasuk seorang karyawan warga negara asing selamat dalam insiden itu.

Ahmad mengatakan saat penembakan, kondisi cuaca di Tembagapura tidak bersahabat, hujan deras disertai kabut yang menghalangi pandangan mata. Jarak pandang menurut Ahmad hanya berjarak sekitar 30 meter.

Kondisi tersebut, menurut Ahmad, sangat tidak menguntungkan baik untuk pihak TNI dan Polri maupun juga bagi KKB. Sementara itu hingga Jumat (17/11) aparat keamanan masih mengejar pelaku penembakan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Sumber : ANTARA
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top