Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI UPS: Penyidik Bareskrim Geledah Kantor Distributor dan Rumah Alex Usman

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri menggeledah rumah tersangka dan kantor distributor tunggal pengadaan Uninterrupible Supply Power (UPS) sekolah-sekolah DKI Jakarta, pagi ini, Rabu (8/4/2015).
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 08 April 2015  |  10:46 WIB
Perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) di ruang penyimpanan SMA 78 Jakarta. - Antara
Perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) di ruang penyimpanan SMA 78 Jakarta. - Antara

Kabar24.com, JAKARTA--Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri menggeledah rumah tersangka dan kantor distributor tunggal pengadaan Uninterrupible Supply Power (UPS) sekolah-sekolah DKI Jakarta, pagi ini, Rabu (8/4/2015).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto membenarkan bahwa penyidik Bareskrim tengah melakukan penggeledahan di beberapa tempat.

"Saat ini masih berlangsung," katanya di Gedung Humas Polri, Jakarta, Rabu.

Sementara itu kepada wartawan, Kepala Subdirektorat V Dirtipikor Bareskrim Kombes Muhammad Ikram menyatakan penggeledahan bertujuan untuk mencari data yang berkaitan dengan pengadaan UPS.

"Mencari data-data dalam rangka kelanjutan penyidikan kasus UPS," katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Dia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penggeledahan.

Lebih lanjut Ikram memperkirakan penggeledahan tersebut selesai sore nanti.

Penyidik diketahui menggeledah lima tempat pada Rabu (8/4) pagi terkait kasus UPS.

Di antaranya kantor PT. Ofistarindo, rumah Harilaw (distributor UPS), kantor Sarana dan Prasarana Suku Dinas Menengah Jakarta Barat, rumah Alex Usman (tersangka), dan kantor Istana Multimedia. 

Sebelumnya penyidik Bareskrim telah menetapkan dua tersangka yaitu Alex Usmandan selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, dan Zaenal Soleman selaku PPK pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Mabes Polri menyatakan kedua tersangka itu dipanggil pada pekan ini untuk dimintai keterangan. Setelahnya, akan dipanggil pula pihak DPRD.

Keduanya dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim Korupsi UPS
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top