Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terduga Teroris, Iqbal Disebut Sebagai Pemasok Senjata Teroris

Bisnis.com, JAKARTA - Ramli alias Iqbal Hussaini alias Adrian Alamsyah alias Rian alias Rambo yang ditangkap di Jalan Masjid nomor 25 RT 005 RW 006 Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur Selasa (20/8/2013) malam, ternyata merupakan seorang yang berperan menjadi
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 26 Agustus 2013  |  16:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ramli alias Iqbal Hussaini alias Adrian Alamsyah alias Rian alias Rambo yang ditangkap di Jalan Masjid nomor 25 RT 005 RW 006 Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur Selasa (20/8/2013) malam, ternyata merupakan seorang yang berperan menjadi kurir senjata api (senpi).

Kabag Pensat Divbinkum Polri Kombes Rana S. Permana meyakini bahwa terduga teroris Iqbal merupakan salah seorang supplier atau penyedia senpi bagi kelompok teroris.

Dia memaparkan Iqbal telah melakukan transaksi penjualan senpi berjenis FN dan airsoft gun sejak 2010 hingga 2013.

Selama sekitar 4 tahun itu pula Iqbal mengaku mendapatkan sebagian senpi miliknya dari pengrajin senjata di Cipacing, Jawa Barat.

Dari tempat tersebut, Iqbal membeli sebagian dari sana dan kemudian menjual kembali dengan harga yang berkisar dari Rp8-10 juta.

“Kurang lebih senjata yang diperoleh 17-18 pucuk senjata [yang sudah dia jual]. Tapi masih didalami,” katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Senin (26/8/2013).

Rana mengungkapkan, pihakya juga memeriksa salah satu pengrajin senpi ilegal langganan Iqbal yang bernama Aris Widagdo (AW).

Dia ditangkap oleh penyidik tim Subdirektorat Jatalantas Polda Metro Jaya di Hotel Citra, Cipacing, Jawa Barat, Sabtu (24/8/2013). Barang bukti yang ditemukan di antaranya tiga senpi laras pangja dan dua silinder revolver.

Saat penyidik melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Aris di Cicendo, Bandung, penyidik Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat menemukan tiga kardus berisi sekitar 4000 ribu peluru dan dua jenis senpi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm.

“Masih dikembangkan dari mana ribuan peluru ini berasal,” katanya.

Rana melanjutkan pihaknya terus mengembangkan kasus ini hingga kemudian berhasil menangkap tiga pengrajin senjata lainnya pada esok pagi harinya, Minggu (25/8/2013).

Barang bukti yang ditemukan antara lain senpi FN rakitan, peluru kaliber 28 sebanyak 50 butir, peluru kaliber 22 sebanyak 25 butir, cetakan magazen, alat sablon, mesin bubut, dan bor.

"Tetapi masih didalami apakah para pengerajin ini akan dikenakan Undang-undang Terorisme atau lainnya," tambah Rama.

Iqbal diduga merupakan orang yang telah memasok senjata api kepada tersangka Khoirul alias Irul alias Iswahyudin yang sebelumnya ditangkap di Bekasi, Selasa (20/8).

Iqbal juga merupakan seorang residivis hukuman yang juga terkait dengan kasus terorisme, yang divonis selama 8 tahun penjara dan bebas pada 2008.

Iqbal sebelumnya dipidana karena merencanakan pembunuhan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar, Abdala, dan pendeta Kristen bersama dengan terduga teroris bernama Abdullah Sonata dan Arham. Akhir-akhir ini dia diketahui tengah berbisnis air soft gun.

Selain itu, Iqbal juga disebut-sebut pernah merencanakan aksi pengeboman ke Kedubes Myanmar sebagai solidaritas kaum Muslim Rohingya. Namun, aksi ini berhasil digagalakan Densus 88.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teroris senjata api
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top