Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NUKLIR IRAN Kapasitas Ditingkatkan untuk Produksi Material

BISNIS.COM, VIENNA--Diplomat Barat mengharapkan laporan Badan Nuklir PBB pekan ini  dapat menunjukkan posisi Iran yang sudah jauh meningkatkan kapasitas nuklirnya untuk memproduksi material, sehingga  dikhawatirkan bisa mengembangkan bom atom.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 21 Mei 2013  |  22:55 WIB

BISNIS.COM, VIENNA--Diplomat Barat mengharapkan laporan Badan Nuklir PBB pekan ini  dapat menunjukkan posisi Iran yang sudah jauh meningkatkan kapasitas nuklirnya untuk memproduksi material, sehingga  dikhawatirkan bisa mengembangkan bom atom.

Namun, mereka mengatakan peningkatan kapasitas material itu juga cenderung menunjukkan bahwa pertumbuhan cadangan nuklir yang paling sensitif di Iran telah ditahan.  Di antaranya sudah digunakan sebagai bahan bakar reaktor. Ini dinilai berpotensi memberikan banyak waktu bagi diplomasi antara Iran dengan negara-negara besar.

Kontrol Teheran dalam pengayaan gas uranium medium diawasi ketat oleh Barat, khususnya Israel, yang telah mengancam serangan udara apabila diplomasi dan sanksi tidak menghentikan gerakan atom Iran itu.

Iran dikritik sedang sedang berupaya mencapai kemampuan untuk membuat senjata atom. Namun, Iran menyangkalnya dan mengatakan bahwa kebutuhan tenaga nuklir adalah untuk pembangkit energi dan tujuan medis.

Laporan triwulan berikutnya pada program nuklir Iran oleh Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA), diharapkan pada Rabu (22/5) , akan menunjukkan pemasangan lanjutan sentrifugal yang digunakan untuk pengayaan uranium.

Iran sudah selama bertahun-tahun berusaha mengembangkan sentrifugal yang lebih efisien daripada era klasik 1970 mesin IR-1 yang digunakan saat ini, tetapi pengenalan model baru itu terkendala teknis dan kesulitan dalam memperoleh bagian-bagian kunci di luar negeri.

"Kami berharap bahwa mereka sudah melanjutkan pemasangan sentrifugal yang lebih maju di Natanz," kata seorang diplomat, Selasa (21/5). (Reuters)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran nuklir barat nuklir iran

Sumber : Newswire

Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top