Bisnis.com, JAKARTA — Kericuhan aksi unjuk rasa di Jakarta semakin meluas hingga merambah ke kawasan permukiman. Pada Minggu (31/8/2025) dini hari, massa dilaporkan mendatangi sebuah rumah yang diduga milik Menteri Keuangan Sri Mulyani di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.
Peristiwa tersebut terekam dalam sejumlah unggahan di media sosial. Dalam salah satu video yang beredar, tampak kerumunan warga masuk ke dalam rumah yang beralamat di Mandar Bintaro Sektor 3A.
Dilansir dari akun Instagram @info_cileduk, penjarahan terjadi sekitar pukul 01.41 WIB. Sejumlah massa terlihat membawa keluar barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti kursi, televisi, panci, hingga teko. Tak berhenti di situ, para penjarah juga disebut mengambil lukisan dan perhiasan dari dalam rumah yang diduga milik Sri Mulyani.
“Dapat apa itu, Bang?” tanya pembuat video.
“Dapat perhiasan, lah…” jawab salah satu pelaku sambil memperlihatkan barang rampasannya.
Kejadian ini menambah panjang daftar rumah pejabat negara yang menjadi sasaran amukan massa sejak gelombang protes pecah pada 25 Agustus lalu.
Baca Juga
Sebelumnya, Rumah Anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio di Jalan Karang Asem 1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, dijarah massa pada Sabtu (30/8/2025) malam, pascademonstrasi yang berlangsung di kawasan pusat ibu kota.
Melansir Antara, sejumlah perabotan rumah tangga, pakaian, hingga barang elektronik tampak berserakan, lantai rumah itu penuh serpihan kaca pintu dan jendela yang pecah dilempar benda keras.
Beberapa orang terlihat membawa kursi, lampu, kursi, koper, speaker studio dan kasur keluar dari rumah yang disebut milik Eko, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut sekaligus Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Bahkan, sejumlah kucing peliharaan ikut dibawa oleh massa yang masuk ke dalam rumah. "Kucing mau saya adopsi," kata salah satu warga sambil menggendong seekor kucing anggora yang diambilnya dari dalam kandang di basement rumah.
Petugas keamanan dan aparat berpakaian loreng lengkap yang bersiaga di luar dan dalam rumah tampak tak bisa berbuat banyak ketika orang-orang terus berdatangan.
Mereka tidak hanya demonstran yang mukanya cemong pasta gigi, tetapi juga ada kalangan pria berpakaian modis membawa mobil, ibu-ibu dan para remaja putri berpakaian tidur sibuk bolak- balik mengangkuti setiap barang berharga dari dalam rumah mewah berlantai tiga itu hingga kosong.
"Kapan lagi punya baju, sepatu milik orang kaya. Mas Eko... pak dewan yang baik... terima kasih yaa," pekik mereka bersahut-sahutan.
Sebagian besar dari warga itu mengaku tahu lokasi dan adanya aktivitas penjarahan di rumah tersebut dari sebaran video siaran langsung dan juga video cuplikan yang diunggah di sejumlah kanal media sosial.
Aktivitas orang-orang yang sibuk mengangkuti barang menjadi tontonan banyak warga yang memenuhi jalan sekitar kompleks perumahan megah itu.
"Baru sampenih, masih ada gak barang di dalem? adalah masih cari aja," celotehan dari dalam kerumunan massa.