Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Puan Minta Maaf, Tapi Tak Singgung Kenaikan Gaji dan Tunjangan DPR

Puan Maharani meminta maaf atas kegaduhan terkait kenaikan gaji DPR dan berjanji akan berbenah. DPR akan mengawal penyelidikan insiden demo yang menewaskan pengemudi ojol.
Ketua DPR Puan Maharani usai mengikuti Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Ketua DPR Puan Maharani usai mengikuti Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Ringkasan Berita
  • Puan Maharani meminta maaf atas kegaduhan yang memicu demonstrasi terkait kenaikan gaji dan tunjangan DPR, serta berjanji DPR akan berbenah dalam mendengar aspirasi rakyat.
  • Dia menyampaikan duka cita atas insiden tragis yang menewaskan pengemudi ojol, Affan Kurniawan, dan mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.
  • DPR berkomitmen membuka ruang komunikasi yang sehat dan mengawal proses penyelidikan insiden, serta menekankan pentingnya gotong royong dalam membangun bangsa.

* Ringkasan ini dibantu dengan menggunakan AI

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani buka suara dan meminta maaf atas kegaduhan terjadi sehingga memicu aksi demonstrasi masyarakat yang ditujukan kepada jajarannya belakangan ini.

Sebagaimana diketahui, aksi demonstrasi awal pekan ini, Senin (25/8/2025) dipicu kabar terkait kenaikan gaji dan tunjangan untuk anggota DPR yang tembus hingga Rp100 juta. Pasalnya, baru-baru ini anggota DPR disebut akan menerima tunjangan perumahan senilai Rp50 juta per bulan.

Oleh karena itu, masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, buruh, aliansi pengemudi ojek online (ojol) hingga masyarakat umum turun ke jalan dan berdemo di depan DPR untuk menuntut agar kenaikan gaji dan tunjangan dibatalkan.

Dalam video singkat yang dibagikan Ketua DPR RI itu sama sekali tidak menyinggung terkait tuntutan yang disuarakan dalam beberapa hari terakhir.

"Kami meminta maaf apabila belum menjalankan tugas kami sepenuhnya sebagai wakil rakyat, DPR RI akan terus berbenah dalam mendengar aspirasi rakyat," kata Puan dalam keterangan singkatnya.

Dia juga menyoroti insiden tragis dalam aksi demo pada Kamis (28/8/2025) malam yang berujung menewaskan salah satu pengemudi ojol, Affan Kurniawan (21) karena dilindas oleh mobil rantis Brimob.

Terkait insiden tersebut, Puan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum Affan.

"Semoga amal ibadahnya diterima Allah swt dan keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan, ikhlas menerimanya dan diberi ketabahan oleh Allah SWT," ujarnya.

Dia pun mendesak pihak kepolisian, khususnya Kapolri dan jajarannya agar mengusut tuntas dan transparan atas kejadian yang terjadi.

DPR akan ikut mengawal proses penyelidikannya sampai selesai. Tak hanya itu, dia juga menyampaikan keprihatinan atas kekerasan yang dialami oleh peserta demonstrasi saat menyampaikan aspirasi.

Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang sehat dalam bergotong royong dalam membangun bangsa dan negara.

"Kita bersama harus selalu mawas diri, harus selalu bekerja keras dan harus selalu berdoa agar ke depan insiden dan tragedi seperti ini tidak terjadi kembali dan tidak pernah terjadi lagi," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro